
Stres termasuk salah satu kondisi kejiwaan yang umum dialami oleh manusia di berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga lansia sekalipun. Meskipun umum, namun stres yang berkepanjangan dapat memicu depresi lho. Ada kabar juga bahwa hubungan asam lambung dengan depresi erat kaitannya.
Benarkah demikian? Jawabannya adalah iya. Jadi, asam lambung bisa menyebabkan depresi dan begitu juga sebaliknya. Sayangnya, tidak banyak penderita asam lambung yang menyadari hal ini.
Padahal, beberapa penelitian telah menunjukkan hasil bahwa penyakit asam lambung bisa kambuh saat penderitanya mengalami cemas, stres, atau depresi. Berikut informasi selengkapnya.
Hubungan Asam Lambung dengan Depresi
Asam lambung adalah kondisi saat cairan asam yang seharusnya berada di lambung justru naik ke atas dan menuju ke kerongkongan. Jika dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah refluks. Penyakit asam lambung sendiri ada banyak jenisnya, dan maag adalah salah satunya.
Maag ditandai salah satunya dengan heartburn, yaitu sensasi rasa panas atau rasa tidak nyaman di bagian ulu hati yang disebabkan oleh asam di lambung.
Sensasi rasa ini timbul karena otot sfingter yang letaknya ada di antara lambung dan kerongkongan sedang tidak berfungsi dengan baik, dan inilah yang menyebabkan cairan asam lambung bisa mengalir naik ke kerongkongan. Selain heartburn, maag juga bisa memicu sensasi rasa mual hingga menyebabkan muntah.
Jika refluks terjadi dari 2-3 kali dalam seminggu, pada penderitanya disebut mengalami GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Menurut penelitian yang telah dipublikasikan di Journal of Neurogastroenterology and Motility, inilah hubungan asam lambung dengan depresi:
- Hubungan asam lambung dengan kecemasan sangat erat karena produksi asam di dalam lambung akan meningkatkan jika seseorang mengalami rasa cemas berlebih.
- Pada kondisi stres atau depresi, kekuatan dari otot sfingter akan lebih lemah, sehingga cairan asam yang ada di lambung bisa lebih mudah untuk mengalir ke atas.
- Asam lambung bisa menyebabkan depresi karena penderitanya akan merasa cemas berlebih, sehingga produksi asam semakin meningkat.
- Stres dan depresi membuat otot-otot tubuh lebih tegang dari biasanya, termasuk juga otot di bagian lambung dan organ lain. Ketegangan otot inilah yang dapat mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.
Hubungan Stress dengan Asam Lambung Seperti Lingkaran Setan
Menurut penelitian yang dipaparkan dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology, penderita asam lambung atau maag yang mengalami tingkat stres berlebih dapat meningkatkan gejala penyakit asam lambung seperti rasa mulas dan nyeri di ulu hati.
Sementara, penyakit asam lambung sendiri dapat memicu stres / depresi terlebih jika asam lambung sudah ada di level GERD. Masih menurut jurnal yang sama, penderita GERD yang disertai dengan rasa nyeri di dada memiliki tingkat depresi yang lebih parah dibandingkan penderita GERD tanpa nyeri dada.
Sementara GERD sendiri lambat laun akan memicu penderitanya mengalami kecemasan yang berujung pada depresi. Pada saat yang sama, rasa cemas dan depresi ini akan membuat GERD Anda lebih parah. Karena itu, disebutkan bahwa hubungan asam lambung dengan pikiran mirip seperti lingkaran setan.
Baca Juga: Stres Pemicu Asam Lambung
Faktor Lain Penyebab Gerd Depresi
- Kebiasaan makan berat sesaat sebelum tidur.
- Sering konsumsi makanan tinggi lemak.
- Hobi makan pedas yang sampai mengakibatkan sakit perut.
- Menderita obesitas.
- Perokok aktif.
- Sering konsumsi alkohol.
Cara Mengatasi
Guna menghapus siklus tanpa akhir tadi, tentu penderitanya perlu melakukan penanganan segera dengan cara mengelola kedua hal tadi (depresi dan asam lambung). Berikut cara menghilangkan cemas karena asam lambung dan sebaliknya:
1. Minum Obat Maag
Obat maag bisa dalam bentuk resep dan nonresep alias dibeli sendiri ke apotik tanpa harus menggunakan resep dokter. Masing-masing obat maag memiliki cara kerja yang berbeda tapi intinya sama, yaitu menetralkan asam lambung.
Caranya dengan menghentikan produksi asam lambung yang berlebih, dan di saat yang sama juga membantu memulihkan kekuatan otot sfingter.
2. Konsumsi Obat Cemas
Jika kondisi asam lambung semakin parah karena stres, biasanya dokter akan memberi obat antidepresan atau terapi untuk membuat stres dan asam lambung membaik.
Jika diberi obat jenis ini, maka jangan pernah menambah atau mengurangi dosis, atau tiba-tiba berhenti minum obat tanpa sepengetahuan dokter. Berikut contoh obat asam lambung karena pikiran:
- Antidepresan golongan SSRI: fluoxetine dan citalopram.
- Antidepresan golongan SNRI: venlafaxine dan duloxetine.
- Benzodiazepine: lorazepam dan alprazolam.
- Terapi kognitif perilaku.
3. Penanganan Tanpa Obat
- Hindari makanan / minuman penyebab asam lambung, seperti kafein, soda, alkohol, makanan pedas, buah asam, camilan asin, dan coklat.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang.
- Aktif olahraga (tidak harus berat asalkan rutin, misal jalan kaki 20 menit per hari).
- Hindari rokok aktif dan pasif, serta obat-obat terlarang.
- Jalani pengobatan sesuai saran dokter.
Baca Juga: Obat Depresi Tradisional
Ciri-Ciri Lambung Stres
Agar selalu waspada dan mendapat penanganan segera bila kambuh, berikut gejala lambung stres yang perlu Anda ketahui:
- Kram perut
- Otot perut berkedut
- Perut kembung terlalu sering
- Mual dan muntah
- Sakit perut
- Gangguan pencernaan
- Sakit pinggang
- Mudah kenyang padahal sedikit makan
- Kesemutan di bagian perut
Hubungan asam lambung dengan depresi sangat erat karena orang yang depresi bisa meningkatkan produksi asam lambung, dan orang yang memiliki asam lambung bisa memicu depresi. Keduanya memiliki siklus tanpa akhir yang bisa diobati dengan obat dan terapi non obat seperti penjelasan di atas.
Baca Juga: Sembuh dari Depresi Tanpa Obat