<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Artikel Psikologi Umum - DIMENPSI</title>
	<atom:link href="https://dimenpsi.com/psikologi-umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dimenpsi.com/psikologi-umum/</link>
	<description>Dimensi Psikologi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jan 2024 17:44:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/cropped-Pavicon-DimenPSI.com_-32x32.png</url>
	<title>Kumpulan Artikel Psikologi Umum - DIMENPSI</title>
	<link>https://dimenpsi.com/psikologi-umum/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Psikologi Klinis: Definisi, Fokus dan Bedanya dengan Non Klinis</title>
		<link>https://dimenpsi.com/psikologi-klinis/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/psikologi-klinis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Penulis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Oct 2023 16:44:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Psikologi Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Dasar Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Klinis]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=2675</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="750" height="422" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Psikologi-Klinis-Definisi-Fokus-dan-Bedanya-dengan-Non-Klinis.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Psikologi Klinis Definisi, Fokus dan Bedanya dengan Non Klinis" decoding="async" fetchpriority="high" /></p>
<p>Dari berbagai jenis bidang ilmu psikologi, Psikologi klinis merupakan salah satu yang memang tidak sepopuler...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/psikologi-klinis/">Psikologi Klinis: Definisi, Fokus dan Bedanya dengan Non Klinis</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="750" height="422" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Psikologi-Klinis-Definisi-Fokus-dan-Bedanya-dengan-Non-Klinis.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Psikologi Klinis Definisi, Fokus dan Bedanya dengan Non Klinis" decoding="async" loading="lazy" /></p><p>Dari berbagai jenis bidang ilmu psikologi, Psikologi klinis merupakan salah satu yang memang tidak sepopuler yang lain. tapi, soal kewenangan dan tanggung jawab kerjanya sangat besar. Terutama di bidang kesehatan mental seseorang.</p>
<p>Bagi orang dengan masalah mental dan ingin disembuhkan, tentunya akan berhubungan salah satunya dengan penyandang profesi di bidang psikologi ini. Kemudian juga melalui serangkaian proses identifikasi kondisi hingga pengobatan dan tepat.</p>
<p>Lantas psikologi klinis itu apa? Jawabannya akan dijelaskan disini, mulai dari definisi, hingga perbedaannya dengan bidang non klinis.</p>
<h2>Definisi Umum</h2>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Definisi-Umum.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3051" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Definisi-Umum.jpg" alt="Definisi Umum" width="750" height="369" /></a></p>
<p>Jenis bidang psikologi yang satu ini, sangat berhubungan dengan mendiagnosis kondisi gangguan mental pada seseorang. Dalam penjabarannya, konsep yang digunakan adalah terkait psikologi kepribadian, abnormal, perkembangan, hingga psikopatologi.</p>
<p>Ditambah dengan pemahaman tentang intervensi, bagaimana menghadapi seorang pasien dengan gangguan mental, juga intervensi psikolog agar mereka dapat membantu pasien mengatasi masalah yang terjadi pada tingkah laku yang masuk kategori abnormal.</p>
<p>Dalam menjalankan tugasnya, seorang yang sudah menyandang gelar psikologi klinis bisa memberikan penilaian kepada pasien dengan melakukan riset serta tes kepribadian dengan tolak ukur tertentu.</p>
<p>Selanjutnya para psikolog akan membantu melalui proses konsultasi kepada pasien, untuk membantu pemulihan masalah mental yang dialami.</p>
<h2>Apa Fokus dari Psikologi Klinis?</h2>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-Fokus-dari-Psikologi-Klinis.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3050" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-Fokus-dari-Psikologi-Klinis.jpg" alt="Apa Fokus dari Psikologi Klinis?" width="750" height="750" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-Fokus-dari-Psikologi-Klinis.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-Fokus-dari-Psikologi-Klinis-60x60.jpg 60w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-Fokus-dari-Psikologi-Klinis-450x450.jpg 450w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Sama halnya dengan bidang psikologi yang lain, di jurusan psikologi jenis klinis ada beberapa fokus belajar yang akan dilalui oleh mahasiswa. Sampai akhirnya nanti lulus, kemudian bisa menyandang gelar seorang psikolog klinis. Beberapa fokusnya seperti:</p>
<h3>1. Paham Konsep Manusia dari Sisi Kesehatannya</h3>
<p>Konsep yang dimaksud adalah manusia yang sehat itu seperti apa kondisi fisik dan mentalnya. Kemudian manusia yang sakit juga seperti apa.</p>
<p>Fokusnya lebih kepada kepribadian seseorang mulai dari psikologi klinis anak sampai dewasa, bagaimana kontrol emosinya, intelektualnya, dan bagaimana karakteristik lingkungan sosial tempat seseorang itu hidup dan melakukan kegiatannya.</p>
<h3>2. Paham Berbagai Metode <em>asesmen</em></h3>
<p>Fokus selanjutnya adalah metode-metode <em>asesmen</em> yang bisa digunakan untuk melakukan identifikasi kondisi seseorang. Mulai dari kekuatan dirinya, rentan atau tidak terhadap masalah mental, hingga gangguan psikologis yang sedang dialami seseorang atau sebuah komunitas.</p>
<p>Dalam proses <em>asesmen</em> yang dilakukan, akan ada empat komponen penting yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil tepat.</p>
<ol>
<li>Melakukan perencanaan terkait bagaimana proses pengumpulan data yang dilakukan</li>
<li>Mulai melakukan proses pengumpulan data dengan pasien dengan teknik wawancara, tes tertentu, dan observasi dalam jangka waktu disesuaikan</li>
<li>Mengolah data yang dihasilkan dari proses pengumpulan data sebelumnya, supaya dapat dibuat sebuah hipotesis terhadap hasil pengolahan data tersebut</li>
<li>Menginformasikan hasil data <em>asesmen</em> kepada pihak tepat, seperti pasien dan keluarga pasien. Bisa juga diinformasikan kepada ahli terkait.</li>
<li>Jika memang butuh penanganan lanjutan, ahli yang diberikan informasi <em>asesmen</em> akan melakukan penanganan salah satunya mengacu pada hasil <em>asesmen</em></li>
</ol>
<h3>3. Kemampuan Intervensi Secara Psikologis</h3>
<p>Intervensinya psikologi bidang klinis adalah untuk kebutuhan pemulihan, supaya individu atau komunitas yang mengalami masalah gangguan kesehatan tersebut bisa pulih dan menjalani hidup seperti sebelumnya.</p>
<p>Upaya intervensi ini juga disebutkan sebagai upaya yang dilakukan psikolog klinis, untuk membantu melakukan perubahan perilaku, perasaan, dan pola pikir pasien yang mengalami masalah gangguan mental.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/belajar-ilmu-psikologi/">Belajar Ilmu Psikologi</a></strong></p>
<h2>Perbedaan Psikologi Klinis dan Non Klinis</h2>
<p>Ada satu lagi jenis bidang psikologi yaitu non klinis, yang memiliki ruang lingkup masih sama yaitu masalah kondisi mental seseorang atau komunitas. Sangat jelas perbedaan psikologi klinis dan non klinis, sehingga mempermudah menentukan mana yang mau didalami saat akan masuk universitas.</p>
<h3>Pengertian</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Pengertian.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3052" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Pengertian.jpg" alt="Pengertian" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Pengertian.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Pengertian-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Arti dari psikologi bidang klinis adalah sebuah bidang kajian psikologi yang berhubungan dengan identifikasi kondisi mental seseorang atau kelompok. Kemudian hasilnya menjadi acuan dalam tindak lanjut medis yang dilakukan oleh ahli seperti spesialis kejiwaan.</p>
<p>Sementara pengertian psikologi non teknis yaitu bidang psikologi yang melakukan edukasi, skrining, dan dukungan kepada siapa saja yang memiliki riwayat masalah kesehatan mental. Supaya mereka dapat menerima perawatan tepat sesuai kondisi, termasuk menerima pelayanan perawatan secara formal.</p>
<h3>Wewenang dan Tugas</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Wewenang-dan-Tugas-.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3055" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Wewenang-dan-Tugas-.jpg" alt="Wewenang dan Tugas" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Wewenang-dan-Tugas-.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Wewenang-dan-Tugas--675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Untuk para psikolog teknis, wewenang dan tugasnya adalah:</p>
<ul>
<li>pemberian penilaian hingga diagnosis pada kondisi psikologis seseorang maupun kelompok. Berdasarkan hasil <em>asesmen</em> yang sudah dilakukan sebelumnya.</li>
<li>membantu pelaksanaan pengobatan untuk gangguan psikologis, seperti kecanduan narkoba.</li>
<li>membantu pasien untuk menyusun rencana-rencana dan tujuan yang mau dicapainya.</li>
<li>Terlibat dalam pembuatan hingga pengelolaan program yang berhubungan dengan pencegahan dan pengobatan berbagai masalah sosial</li>
<li>Memberikan kesaksian terkait profesinya bila diperlukan untuk kebutuhan penegakan hukum</li>
<li>Meneliti berbagai hal yang berhubungan langsung dengan psikologi klinis dan kesehatan mental, dimana nantinya dapat dipakai sebagai bahan rujukan.</li>
</ul>
<p>Untuk psikologi non teknis, wewenang dan tugasnya adalah:</p>
<ul>
<li>Melakukan berbagai jenis pelatihan yang berhubungan dengan kesehatan mental</li>
<li>Melakukan konseling untuk berbagai organisasi dan dunia pendidikan</li>
<li>Menyusun kelompok yang nantinya memiliki kemampuan psiko pendidikan</li>
<li>Melakukan kampanye tentang pentingnya kesehatan mental</li>
<li>Membuat kelompok konseling dengan durasi tertentu, untuk kebutuhan tertentu</li>
<li>Melakukan dukungan dan pemahaman bagi korban berbagai jenis trauma</li>
<li>Merawat pasien untuk jangka pendek, maksimal 12 sesi perawatan untuk satu kondisi</li>
<li>Memberikan pembinaan di sekolah untuk siswa yang membutuhkan</li>
<li>Memberikan fasilitas berupa rujukan kepada pasien untuk mendapatkan perawatan klinis di klinik atau rumah sakit</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/ilmu-psikologi-dasar/">Ilmu Psikologi Dasar</a></strong></p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Meskipun tidak terlalu populer, namun ternyata peran dari eksistensi dari bidang psikologi klinis ini sangat penting. Terutama untuk pencegahan masalah mental dari usia dini hingga dewasa. Mau menjadi bagian dari bidang psikologi ini?</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/psikologi-klinis/">Psikologi Klinis: Definisi, Fokus dan Bedanya dengan Non Klinis</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/psikologi-klinis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perlukah ke Psikolog? Kenali Tanda-Tanda Warningnya!</title>
		<link>https://dimenpsi.com/perlukah-ke-psikolog/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/perlukah-ke-psikolog/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Penulis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Oct 2023 15:07:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Psikologi Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Dasar Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=2643</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="675" height="450" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perlukah-ke-Psikolog-Kenali-Tanda-Tanda-Warningnya-675x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Perlukah ke Psikolog? Kenali Tanda-Tanda Warningnya" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perlukah-ke-Psikolog-Kenali-Tanda-Tanda-Warningnya-675x450.jpg 675w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perlukah-ke-Psikolog-Kenali-Tanda-Tanda-Warningnya.jpg 750w" sizes="auto, (max-width: 675px) 100vw, 675px" /></p>
<p>Siapapun pasti pernah punya masalah dalam hidup, yang disikapi dengan cara berbeda. Ada orang mampu...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/perlukah-ke-psikolog/">Perlukah ke Psikolog? Kenali Tanda-Tanda Warningnya!</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="675" height="450" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perlukah-ke-Psikolog-Kenali-Tanda-Tanda-Warningnya-675x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Perlukah ke Psikolog? Kenali Tanda-Tanda Warningnya" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perlukah-ke-Psikolog-Kenali-Tanda-Tanda-Warningnya-675x450.jpg 675w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perlukah-ke-Psikolog-Kenali-Tanda-Tanda-Warningnya.jpg 750w" sizes="auto, (max-width: 675px) 100vw, 675px" /></p><p>Siapapun pasti pernah punya masalah dalam hidup, yang disikapi dengan cara berbeda. Ada orang mampu mengatasinya dalam waktu singkat, namun tak sedikit pula yang susah move on sehingga muncul pertanyaan di dalam dirinya atau orang sekitar perlukah ke psikolog atau diatasi sendiri.</p>
<p>Psikolog memang sangat dibutuhkan, ketika seseorang sedang mengalami kondisi mental yang kurang baik. Terutama bagi orang dengan masalah yang sudah mengganggu rutinitas dan aktivitas hidupnya. Namun untuk melibatkan profesional seperti psikolog tidak semuanya mau.</p>
<p>Kenapa begitu? Tidak sedikit orang menilai bahwa pergi konsultasi ke psikolog itu hanya untuk orang dengan gangguan jiwa. Alhasil ketika kondisi mental bermasalah, pengabaian dilakukan sampai pada titik parah akhirnya butuh penanganan medis lebih kompleks. Lantas apa tanda kalau Anda butuh psikolog?</p>
<h2>Tanda Warning Perlukah ke Psikolog?</h2>
<p>Sangat penting untuk mengenali tanda warning kapan Anda butuh psikolog untuk memastikan kesehatan mental kembali pulih. Jika ternyata salah satu atau beberapa tanda berikut dimiliki, maka memang sudah seharusnya psikolog menjadi salah satu solusi yang tepat.</p>
<h3>1. Berusaha Menyakiti Diri Sendiri</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berusaha-Menyakiti-Diri-Sendiri.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3057" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berusaha-Menyakiti-Diri-Sendiri.jpg" alt="Berusaha Menyakiti Diri Sendiri" width="750" height="563" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berusaha-Menyakiti-Diri-Sendiri.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berusaha-Menyakiti-Diri-Sendiri-599x450.jpg 599w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Ketika sebuah masalah atau kondisi tidak bisa dihadapi seseorang, membuatnya justru berusaha melakukan hal untuk menyakiti diri sendiri. Misalnya, dengan membenturkan kepala ke dinding atau melukai bagian tubuh.</p>
<p>Jika kondisi Anda atau orang terdekat sudah sampai ke tahap ini, maka pertanyaan kapan harus ke psikiater atau psikolog sudah terjawab. Segeralah konsultasi dengan psikolog, supaya upaya menyakiti diri sendiri bisa diminimalisir dan kondisi kesehatan mental dapat dipulihkan.</p>
<h3>2. Suka Berhalusinasi</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Suka-Berhalusinasi.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3066" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Suka-Berhalusinasi.jpg" alt="Suka Berhalusinasi" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Halusinasi adalah membayangkan hal-hal yang tidak terjadi dan bersikeras itu nyata, sehingga memicu tindakan-tindakan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.</p>
<p>Orang sedang berhalusinasi biasanya ada yang melihat sesuatu atau seseorang, padahal sebenarnya tidak ada. Bisa juga mendengar suara atau merasakan sesuatu yang juga tidak ada.Namun mereka menceritakan apa yang dirasakan, dilihat, atau didengar itu seolah nyata terjadi.</p>
<p>Kalau kondisi ini dibiarkan, maka bisa berdampak buruk pada mental seseorang. Oleh karena itu sangat dibutuhkan upaya penanganan tepat.</p>
<h3>3. Emosi Tidak Stabil</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Emosi-Tidak-Stabil.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3059" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Emosi-Tidak-Stabil.jpg" alt="Emosi Tidak Stabil" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Apakah Anda tiba-tiba marah tanpa sebab yang jelas, kemudian beberapa detik kemudian tertawa seolah tidak ada apa-apa? Itu merupakan salah satu gejala ketika seseorang mengalami masalah mental.</p>
<p>Kalau kondisinya sudah meresahkan, bahkan mengganggu kenyamanan orang lain maka salah satu jalan keluarnya adalah dengan pergi ke psikolog terdekat untuk mendapatkan saran yang benar. Supaya, kondisi mental bisa diperbaiki dan stabil kembali.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: L<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;lebih baik ke psikolog atau psikiater&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:7043,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16776960},&quot;10&quot;:2,&quot;11&quot;:0,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;15&quot;:&quot;Arial, sans-serif&quot;}">ebih Baik ke Psikolog atau Psikiater</span></strong></p>
<h3>4. Paranoid Terhadap Sesuatu atau Orang Lain</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Paranoid-Terhadap-Sesuatu-atau-Orang-Lain.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3062" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Paranoid-Terhadap-Sesuatu-atau-Orang-Lain.jpg" alt="Paranoid Terhadap Sesuatu atau Orang Lain" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Bisa juga disebut overthinking, yaitu memikirkan sesuatu secara berlebihan padahal sebenarnya hanya hal biasa saja.</p>
<p>Contoh, ketika pekerjaan di kantor belum selesai namun Anda sudah berpikir akan kena marah bahkan sampai dipotong gaji dan menerima sanksi. Padahal sebenarnya itu belum terjadi dan mungkin tidak akan terjadi.</p>
<h3>5. Cemas Secara Berlebihan</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cemas-Secara-Berlebihan-.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3058" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cemas-Secara-Berlebihan-.jpg" alt="Cemas Secara Berlebihan" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cemas-Secara-Berlebihan-.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cemas-Secara-Berlebihan--675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Kecemasan terhadap kondisi tertentu sangat wajar dirasakan siapa saja, tapi kalau kadarnya sudah sangat mengkhawatirkan maka butuh penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Sebagai contoh, saat anak merasa cemas saat diminta pergi sekolah. Badannya menggigil, bahkan sampai mengalami demam dan mengigau. Lalu ketika menyebut nama sekolah, dia juga langsung cemas dan melakukan hal yang biasanya tidak dilakukan.</p>
<p>Jika Anda bertanya perlukah anak dibawa ke psikolog, untuk kondisi tersebut jawabannya iya. Alasannya, sudah bisa dipastikan ada yang sedang membuat kondisi pikirannya tidak nyaman di sekolah.</p>
<h3>6. Sering Stress</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Sering-Stress.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3065" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Sering-Stress.jpg" alt="Sering Stress" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Sering-Stress.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Sering-Stress-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Stress merupakan sesuatu yang wajar dialami siapa saja, tapi penanganan stres bisa dilakukan supaya tidak membuat hidup susah. Kapan perlukah ke psikolog? Yaitu saat stress yang dialami tidak kunjung mereda.</p>
<p>Membuat aktivitas terganggu, makan tidak nyaman, dan semua hal yang dilakukan memiliki ending yang tidak baik. Stress jangka panjang ini, juga bisa terlihat ketika terjadi perubahan sikap seseorang sehingga perlu penanganan medis lebih lanjut.</p>
<h3>7. Sedih Berlebihan</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Sedih-Berlebihan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3064" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Sedih-Berlebihan.jpg" alt="Sedih Berlebihan" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Sedih-Berlebihan.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Sedih-Berlebihan-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Kesedihan merupakan salah satu rasa yang sangat wajar dimiliki siapa saja, termasuk Anda. Tapi kalau sedihnya sudah berlarut-larut dan dirasakan dalam waktu yang lama, tentu tidak akan membuat nyaman bukan?</p>
<p>Misalnya, ketika kehilangan seseorang yang sangat disayang dan merasa sedih sampai berbulan-bulan hingga hitungan tahun tanpa bisa mengatasi sedih tersebut.</p>
<h3>8. Melakukan Hal Berkedok Pelarian Masalah</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Melakukan-Hal-Berkedok-Pelarian-Masalah.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3060" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Melakukan-Hal-Berkedok-Pelarian-Masalah.jpg" alt="Melakukan Hal Berkedok Pelarian Masalah" width="750" height="393" /></a></p>
<p>Ada orang yang sudah merasa sangat stress sehingga berupaya melakukan berbagai hal negatif, dengan harapan masalah bisa selesai. Misalnya, pelarian berupa minum alkohol agar bisa mabuk dan melupakan masalah.</p>
<p>Bisa juga dengan merokok atau yang lebih parah mengkonsumsi obat terlarang, dimana ujung-ujungnya malah membuat kecanduan dan merusak fisik maupun mental. sehingga konsultasi psikolog gratis dapat dicari untuk dijadikan cara agar tidak terjerumus lebih dalam.</p>
<h3>9. Tidak Mampu Menyelesaikan Masalah</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Tidak-Mampu-Menyelesaikan-Masalah.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3067" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Tidak-Mampu-Menyelesaikan-Masalah.jpg" alt="Tidak Mampu Menyelesaikan Masalah" width="750" height="499" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Tidak-Mampu-Menyelesaikan-Masalah.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Tidak-Mampu-Menyelesaikan-Masalah-676x450.jpg 676w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Perasaan bahwa Anda tidak mampu untuk menuntaskan masalah, bisa membuat kondisi mental bermasalah. Rendah diri, putus asa, bahkan sampai melakukan sesuatu yang malah menambah masalah.</p>
<p>Melakukan upaya untuk menyelesaikan masalah memang sangat disarankan, ketika itu tidak bisa dilakukan maka upaya medis adalah solusi selanjutnya.</p>
<h3>10. Orang Terdekat “Angkat Tangan”</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Orang-Terdekat-Angkat-Tangan-.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3061" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Orang-Terdekat-Angkat-Tangan-.jpg" alt="Orang Terdekat “Angkat Tangan”" width="750" height="563" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Orang-Terdekat-Angkat-Tangan-.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Orang-Terdekat-Angkat-Tangan--599x450.jpg 599w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Saat orang-orang di sekitar sudah tidak peduli dan “angkat tangan” menghadapi kondisi psikologis yang Anda alami, tandanya memang dibutuhkan profesional untuk membantu mengatasi masalah mental tersebut.</p>
<p>Cobalah untuk mencari tahu dimana praktek psikolog, kemudian berapa biaya ke psikolog supaya bisa segera ditangani.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/beda-psikolog-dengan-psikiater/">B<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;beda psikolog dengan psikiater&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:7043,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16776960},&quot;10&quot;:2,&quot;11&quot;:0,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;15&quot;:&quot;Arial, sans-serif&quot;}">eda Psikolog dengan Psikiater</span></a></strong></p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Jangan pernah mengabaikan kondisi psikologi Anda yang dirasakan sudah pada tahap mengkhawatirkan. Ada 10 tanda warning untuk menjawab pertanyaan perlukah ke psikolog. Dimana semuanya mengarah pada penanganan medis yang tepat oleh ahli.</p>
<p>Masing-masing tanda tersebut bisa dilihat secara kasat mata dan dirasakan langsung, jadi jangan tunggu sampai kondisi semakin parah untuk berkonsultasi.</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/perlukah-ke-psikolog/">Perlukah ke Psikolog? Kenali Tanda-Tanda Warningnya!</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/perlukah-ke-psikolog/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>15 Cara Mengatasi Patah Hati menurut Psikolog</title>
		<link>https://dimenpsi.com/cara-mengatasi-patah-hati-menurut-psikolog/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/cara-mengatasi-patah-hati-menurut-psikolog/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Penulis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Oct 2023 16:31:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Psikologi Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Self-Development]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=2655</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="750" height="450" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/15-Cara-Mengatasi-Patah-Hati-menurut-Psikolog.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="15 Cara Mengatasi Patah Hati menurut Psikolog" decoding="async" loading="lazy" /></p>
<p>Pernahkah Anda merasakan patah hati? Kalau pernah, pasti butuh proses untuk bisa move on bukan?...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/cara-mengatasi-patah-hati-menurut-psikolog/">15 Cara Mengatasi Patah Hati menurut Psikolog</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="750" height="450" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/15-Cara-Mengatasi-Patah-Hati-menurut-Psikolog.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="15 Cara Mengatasi Patah Hati menurut Psikolog" decoding="async" loading="lazy" /></p><p>Pernahkah Anda merasakan patah hati? Kalau pernah, pasti butuh proses untuk bisa <em>move on</em> bukan? Ada yang mudah lupa, tapi ada pula yang sulit dan akhirnya tak merasakan bahagia setelah rasa sakit tersebut. Untungnya ada cara mengatasi patah hati menurut Psikolog agar setelah sakit bisa bahagia lagi.</p>
<p>Patah hati biasanya dirasakan ketika seseorang ditinggalkan oleh pasangannya. Bisa jadi karena diselingkuhi, masalah keluarga, atau perbedaan prinsip yang mungkin sebenarnya masih dapat diperbaiki.</p>
<p>Jika saat ini rasa sakit hati itu masih ada, cobalah untuk berdamai dengan hati dan melakukan beberapa langkah yang tepat karena hati Anda harus sembuh agar bisa menjalani hidup tanpa bersedih terus.</p>
<h2>15 Cara Mengatasi Patah Hati Menurut Psikolog</h2>
<p>Menurut sejumlah psikolog, ada psikologi patah hati yang berhubungan dengan bagaimana upaya menyembuhkan rasa sakit akibat kehilangan dan ditinggalkan. Bagi Anda yang sedang merasakannya, bisa melakukan beberapa langkah tepatnya berikut ini.</p>
<h3>1. Menangislah Dulu</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Menangislah-Dulu.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3090" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Menangislah-Dulu.jpg" alt="Menangislah Dulu" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Menangislah-Dulu.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Menangislah-Dulu-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Ketika mengalami patah hati, menangis adalah respon dari hati yang sedih dan itu wajar. Berikan waktu untuk diri sendiri untuk menangis untuk meluapkan semua rasa tersebut, apalagi jika patah hati karena ditinggalkan pasangan.</p>
<p>Menangis sendiri di kamar atau tempat yang bisa membuat nyaman untuk menangis, atau jika ingin menangis dan berteriak maka Anda dapat pergi ke pantai di pagi atau malam hari sambil berteriak.</p>
<h3>2. Menjalani Momen Patah Hati</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Menjalani-Momen-Patah-Hati.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3091" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Menjalani-Momen-Patah-Hati.jpg" alt="Menjalani Momen Patah Hati" width="750" height="530" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Menjalani-Momen-Patah-Hati.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Menjalani-Momen-Patah-Hati-637x450.jpg 637w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Jalani saja momen patah hati ini untuk beberapa waktu, misalnya selama tiga hari saja. Biarkan diri sendiri merasakan sedih, kecewa, benci, marah dan semuanya sampai puas. Hal ini bisa menyalurkan perasaan yang terpendam, sehingga nantinya lebih siap untuk <em>move on</em> untuk menatap masa depan.</p>
<p>Jika waktu menjalani momen sudah selesai, jangan ditambah namun segera lakukan langkah selanjutnya sebagai cara menghilangkan sakit hati dan kecewa terbaik versi Anda.</p>
<h3>3. Kenali Alasan Patah Hati</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Kenali-Alasan-Patah-Hati.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3086" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Kenali-Alasan-Patah-Hati.jpg" alt="Kenali Alasan Patah Hati" width="750" height="750" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Kenali-Alasan-Patah-Hati.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Kenali-Alasan-Patah-Hati-60x60.jpg 60w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Kenali-Alasan-Patah-Hati-450x450.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Apa alasan patah hati? Setiap orang tentunya berbeda, ada yang alasannya karena masalah kepercayaan, kehilangan, disakiti, dan lainnya. Cobalah untuk ambil waktu sebentar, lalu introspeksi apa yang terjadi supaya Anda dapat mengenali alasan patah hati tersebut.</p>
<p>Dengan mengetahui alasannya, maka akan lebih mudah mencari solusi supaya tidak terus menerus berada pada kondisi perasaan galau dan susah <em>move on</em>.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/ciri-suami-selingkuh-menurut-psikologi/">C<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;ciri suami selingkuh menurut psikologi&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:7043,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16776960},&quot;10&quot;:2,&quot;11&quot;:0,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;15&quot;:&quot;Arial, sans-serif&quot;}">iri Suami Selingkuh Menurut Psikologi</span></a></strong></p>
<h3>4. Proses Menerima Keadaan</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Proses-Menerima-Keadaan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3094" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Proses-Menerima-Keadaan.jpg" alt="Proses Menerima Keadaan" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Proses-Menerima-Keadaan.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Proses-Menerima-Keadaan-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Setelah proses mengenali alasan dari sakit hati dan patah hati, maka cara mengatasi patah hati menurut psikolog selanjutnya adalah dengan mencoba menerima keadaan tersebut tanpa sedih berlebihan.</p>
<p>Ingat! Setiap kondisi yang dialami seseorang akan memiliki hikmah positif dibaliknya. Jadi, jangan biarkan pikiran dan hati terus menerus merasakan sakit yang tidak seharusnya berlarut-larut.</p>
<h3>5. Stop Stalking</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Stop-Stalking.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3095" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Stop-Stalking.jpg" alt="Stop Stalking" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Tidak sedikit korban patah hati apalagi karena ditinggal pasangan yang sulit melupakan mantannya tersebut. Alih-alih menjalani hidup dengan lebih baik, mereka terus berupaya untuk mencari tahu semua hal tentang mantan.</p>
<p>Jangan lakukan itu, <em>stop stalking</em> apapun tentang dia. Hapus pertemanan di media sosial manapun. Berhenti bertanya dan mencari informasi kepada siapa saja tentang orang tersebut. Kenapa? Supaya bisa cepat melalui masa sulit perasaan itu dengan lebih cepat.</p>
<h3>6. Meditasi</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Meditasi-2.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3088" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Meditasi-2.jpg" alt="Meditasi" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Meditasi-2.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Meditasi-2-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Luangkan juga waktu untuk melakukan meditasi, ditemani musik instrumen yang menenangkan. Dengan meditasi, tubuh akan terasa rileks dan pikiran sedih bisa dialihkan. Dengan kondisi rileks, perasaan juga semakin ringan dan tidak lagi merasakan sedih seperti sebelumnya.</p>
<h3>7. Melakukan Hal Menyenangkan</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Melakukan-Hal-Menyenangkan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3089" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Melakukan-Hal-Menyenangkan.jpg" alt="Melakukan Hal Menyenangkan" width="750" height="430" /></a></p>
<p>Jangan hanya berdiam diri di kamar, keluarlah dan lakukan hal-hal menyenangkan yang mungkin selama ini tidak sempat dilakukan ketika masih bersama mantan.</p>
<p>Misalnya dengan pergi liburan ke tempat yang ingin dikunjungi, sekedar berkumpul dengan sahabat dekat atau melakukan hobi untuk membuat hati tenang. Misalnya, bagi yang suka memancing bisa meluangkan waktu untuk memancing.</p>
<h3>8. Kuatlah untuk Bangkit</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Kuatlah-untuk-Bangkit.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3087" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Kuatlah-untuk-Bangkit.jpg" alt="Kuatlah untuk Bangkit" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Kuatlah-untuk-Bangkit.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Kuatlah-untuk-Bangkit-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Motivasi diri sendiri untuk segera bangkit, jangan biarkan diri sendiri terlalu lama merasakan patah hati bahkan sampai mencari cara mematikan hati. Masih banyak hal positif yang menunggu untuk dilakukan hari ini, besok, dan seterusnya.</p>
<h3>9. Curhat dengan Sahabat Dekat</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Curhat-dengan-Sahabat-Dekat.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3085" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Curhat-dengan-Sahabat-Dekat.jpg" alt="Curhat dengan Sahabat Dekat" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Terkadang ketika rasa sakit akibat patah hati sudah sangat menyesakkan di dada, seseorang akan butuh tempat untuk bercerita. Cobalah untuk curhat dengan orang terdekat, seperti saudara atau sahabat. Paling tidak untuk sekedar meringankan rasa sesak tersebut.</p>
<h3>10. Cobalah Pahami Kesulitan Orang Lain</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cobalah-Pahami-Kesulitan-Orang-Lain.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3084" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cobalah-Pahami-Kesulitan-Orang-Lain.jpg" alt="Cobalah Pahami Kesulitan Orang Lain" width="750" height="430" /></a></p>
<p>Selanjutnya hal yang juga sering dijadikan cara mengatasi patah hati menurut Islam adalah dengan mencoba paham kesulitan dari orang lain. Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan membantu banyak orang menyelesaikan masalah mereka.</p>
<p>Dari hal paling kecil, misalnya menyeberangkan orang tua atau ikut mendorong mobil yang sedang mogok saat Anda melintas di jalan raya.</p>
<p>Dari semua interaksi tersebut, akan banyak cerita baru bisa didapat sebagai penambah wawasan sekaligus menambah pemahaman bahwa setiap orang punya kisah sedih masing-masing. Bukan hanya Anda yang sedang sedih atau bermasalah.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/cara-mengatasi-sakit-hati-menurut-psikolog/">C<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;cara mengatasi sakit hati menurut psikolog&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:7043,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16776960},&quot;10&quot;:2,&quot;11&quot;:0,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;15&quot;:&quot;Arial, sans-serif&quot;}">ara Mengatasi Sakit Hati Menurut Psikolog</span></a></strong></p>
<h3>11. Olahraga Menyenangkan</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Olahraga-Menyenangkan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3092" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Olahraga-Menyenangkan.jpg" alt="Olahraga Menyenangkan" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Saat ingin menangis karena sedih patah hati, bisa dialihkan dengan melakukan berbagai jenis olahraga menyenangkan. Misalnya bersepeda santai di sore hari sambil menikmati pemandangan matahari tenggelam di sepanjang pantai.</p>
<p>Atau <em>ngegym</em> di tempat baru, mencoba alat olahraga baru dan bertemu juga dengan orang-orang baru yang bisa jadi akan memberi banyak perubahan dalam hidup ke depan.</p>
<h3>12. Apresiasi Diri Sendiri</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apresiasi-Diri-Sendiri.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3083" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apresiasi-Diri-Sendiri.jpg" alt="Apresiasi Diri Sendiri" width="750" height="353" /></a></p>
<p>Ketika patah hati dirasakan, maka yang paling merasakan sakitnya adalah diri sendiri. Cobalah untuk mengapresiasi diri Anda, tepuk pundak dan dada sendiri sambil mengucapkan kalimat motivasi.</p>
<p>Apresiasi pencapaian yang didapat sampai saat ini, tidak semua orang bisa melalui hal sulit itu seperti yang sudah Anda lakukan sekarang.</p>
<h3>13. Tidak Perlu Pelarian</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Tidak-Perlu-Pelarian.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3096" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Tidak-Perlu-Pelarian.jpg" alt="Tidak Perlu Pelarian" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Ada yang bilang kalau salah satu cara mengatasi patah hati menurut psikolog adalah dengan mencari pelarian. Padahal itu salah! Justru akan membuat masalah baru, ketika seandainya orang lain yang dijadikan pelarian memiliki rasa yang sangat dalam kepada Anda.</p>
<p>Sementara Anda tidak, tentu saat proses <em>healing</em> selesai dan ingin menyudahi kedekatan dengannya akan ada orang yang dikorbankan dan merasakan sakit yaitu objek pelarian tersebut.</p>
<h3>14. Perbanyak Doa</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perbanyak-Doa-.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3093" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perbanyak-Doa-.jpg" alt="Perbanyak Doa" width="750" height="421" /></a></p>
<p>Berdoalah kepada tuhan untuk terus dikuatkan, dimudahkan melalui semua masalah saat ini dan mampu melakukan semua cara mengatasi sakit hati menurut psikolog dengan maksimal.</p>
<h3>15. Konsultasi dengan Psikolog Bila Dirasa Perlu</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/15.-Konsultasi-dengan-Psikolog-Bila-Dirasa-Perlu.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3082" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/15.-Konsultasi-dengan-Psikolog-Bila-Dirasa-Perlu.jpg" alt="15. Konsultasi dengan Psikolog Bila Dirasa Perlu" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/15.-Konsultasi-dengan-Psikolog-Bila-Dirasa-Perlu.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/15.-Konsultasi-dengan-Psikolog-Bila-Dirasa-Perlu-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Jika rasanya patah hati itu terlalu menyakitkan dan sulit dikendalikan, maka berkonsultasi dengan psikolog dapat menjadi salah satu cara terbaik. Supaya tidak berdampak jangka panjang pada kesehatan mental.</p>
<p>Cobalah menceritakan apa yang Anda rasakan, kemudian psikolog akan membantu dengan <em>treatment</em> yang tepat.</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Ada 15 cara mengatasi patah hati menurut psikolog yang dapat Anda lakukan, ketika rasa sakit itu datang. Semuanya akan membantu dan mengupayakan kekuatan mental, agar segera melalui semua perasaan tidak menyenangkan tersebut.</p>
<p>Ketika Anda berhasil melaluinya, maka akan banyak pengharapan muncul dan kehidupan kedepannya akan menjadi lebih baik dari sebelumnya.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/psikologi-tentang-cinta/">Psikologi Tentang Cinta</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/cara-mengatasi-patah-hati-menurut-psikolog/">15 Cara Mengatasi Patah Hati menurut Psikolog</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/cara-mengatasi-patah-hati-menurut-psikolog/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebih Baik ke Psikolog atau Psikiater? Mana yang Lebih Tepat?</title>
		<link>https://dimenpsi.com/lebih-baik-ke-psikolog-atau-psikiater/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/lebih-baik-ke-psikolog-atau-psikiater/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Penulis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Oct 2023 15:07:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Psikologi Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Dasar Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=2654</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="563" height="450" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Lebih-Baik-Ke-Psikolog-Atau-Psikiater-563x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Lebih Baik Ke Psikolog Atau Psikiater" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Lebih-Baik-Ke-Psikolog-Atau-Psikiater-563x450.jpg 563w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Lebih-Baik-Ke-Psikolog-Atau-Psikiater-768x614.jpg 768w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Lebih-Baik-Ke-Psikolog-Atau-Psikiater.jpg 800w" sizes="auto, (max-width: 563px) 100vw, 563px" /></p>
<p>Psikolog dan psikiater adalah dua profesi yang berbeda, meskipun sama-sama menangani masalah kesehatan mental pasien....</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/lebih-baik-ke-psikolog-atau-psikiater/">Lebih Baik ke Psikolog atau Psikiater? Mana yang Lebih Tepat?</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="563" height="450" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Lebih-Baik-Ke-Psikolog-Atau-Psikiater-563x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Lebih Baik Ke Psikolog Atau Psikiater" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Lebih-Baik-Ke-Psikolog-Atau-Psikiater-563x450.jpg 563w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Lebih-Baik-Ke-Psikolog-Atau-Psikiater-768x614.jpg 768w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Lebih-Baik-Ke-Psikolog-Atau-Psikiater.jpg 800w" sizes="auto, (max-width: 563px) 100vw, 563px" /></p><p>Psikolog dan psikiater adalah dua profesi yang berbeda, meskipun sama-sama menangani masalah kesehatan mental pasien. Bagi Anda yang bingung mana yang lebih baik ke psikolog atau psikiater, perlu tahu lebih banyak tentang keduanya sebelum memilih.</p>
<p>Di dunia medis kedua profesi tersebut memiliki fungsinya masing-masing, saling berhubungan dan terkoneksi satu sama lain. Memang ada kalanya psikolog lebih berperan tanpa harus mengunjungi psikiater, namun pada kondisi tertentu keduanya akan dibutuhkan.</p>
<p>Biar wawasan Anda lebih lengkap tentang keduanya, maka berikut ini penjelasan lengkap tentang persamaan dan perbedaan dua profesi yang menangani masalah kesehatan mental tersebut. penasaran?</p>
<h2>Persamaan dan Perbedaan Psikolog dan Psikiater</h2>
<p>Beberapa persamaan dan juga perbedaan antara psikolog atau psikiater, adalah informasi penting yang sangat dibutuhkan sebelum seseorang berkonsultasi pada salah satunya. Berikut ini penjelasannya.</p>
<h3>1. Persamaan Psikolog dan Psikiater</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Persamaan-Psikolog-dan-Psikiater.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3100" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Persamaan-Psikolog-dan-Psikiater.jpg" alt="Persamaan Psikolog dan Psikiater" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Satu persamaan mendasar yang dimiliki dua profesi tersebut adalah sama-sama menangani masalah mental atau jiwa seseorang, ketika sedang tidak sehat. Mereka memiliki tujuan untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut dengan prosedur sesuai profesinya.</p>
<p>Psikolog, cenderung memberikan konseling untuk memahami apa yang dirasakan oleh pasien. Selanjutnya memberikan rekomendasi berupa hasil asesmen yang bisa ditindaklanjuti dengan berbagai cara.</p>
<p>Sementara itu psikiater, juga bertugas untuk mengidentifikasi kondisi seorang pasien dengan masalah mental. Setelah itu, diberikan solusi berdasarkan diagnosis yang didapatkan. Apakah cukup dengan pemberian obat atau terapi agar kondisi kesehatannya kembali membaik.</p>
<h3>2. Perbedaan Psikolog dan Psikiater</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perbedaan-Psikolog-dan-Psikiater.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3099" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perbedaan-Psikolog-dan-Psikiater.jpg" alt="Perbedaan Psikolog dan Psikiater" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perbedaan-Psikolog-dan-Psikiater.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perbedaan-Psikolog-dan-Psikiater-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Ada beberapa perbedaan antara kedua profesi tersebut sebelum menentukan lebih baik ke psikolog atau psikiater, sehingga akan memudahkan siapa saja untuk mengetahui kemanakah mereka perlu berkonsultasi terlebih dahulu saat mengalami masalah mental.</p>
<h4>Jenjang Profesi</h4>
<p>Psikolog merupakan lulusan jurusan psikologi, yang kemudian melanjutkan dengan mengambil S2 untuk jenjang Magister Psikologi Profesi agar bisa menerima gelar profesinya sebagai psikolog. Gelar untuk psikolog ini adalah M.Psi, Psikolog.</p>
<p>Beda dengan psikiater yang menempuh pendidikan kedokteran, yang mengambil jalur spesialis penanganan masalah jiwa. Nantinya, seorang psikiater yang sudah lulus spesialis tersebut akan punya gelar Sp. KJ.</p>
<p>Ini akan sangat mempermudah mengenali mana yang psikolog dan mana pula yang psikiater, supaya tidak salah apakah ke psikolog atau psikiater dulu untuk berkonsultasi.</p>
<h4>Pendekatan Kepada Pasien</h4>
<p>Psikolog akan melakukan pendekatan dengan mengenali masalah kesehatan mental seseorang melalui perubahan perilaku yang terjadi.</p>
<p>Untuk mengetahui perubahan tersebut, akan dibutuhkan sebuah proses wawancara dan alur tertentu yang merupakan <em>job description</em> dari psikolog. Mulai dari mengetahui pola tidur pasien, jadwal dan pola makan, hingga bagaimana mereka menilai sebuah kondisi.</p>
<p>Psikiater memiliki pendekatan lebih intensif secara diagnosis eksklusi. Dimana pasien akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan mental dengan prosedur kedokteran. Setelah itu, baru dapat ditentukan apakah pasien diberikan obat, terapi, atau keduanya dalam kurun waktu tertentu.</p>
<h4>Diagnosis dan Obat</h4>
<p>Psikolog memberikan konseling dan tidak mendiagnosis, melainkan memberikan rekomendasi kepada pasien. Termasuk melakukan sesi pendampingan sampai bisa dikategorikan sembuh.</p>
<p>Psikolog, juga tidak meresepkan obat namun berbagai saran yang dapat dilakukan oleh pasien selama proses pemulihan kondisi mental dan jiwanya.</p>
<p>Psikiater memiliki kewenangan untuk memberikan diagnosis kondisi pasien, berdasarkan prosedur pemeriksaan yang sudah dilakukan. Psikiater terdekat yang praktek juga dapat memberikan obat yang akan disesuaikan dengan tingkat parah atau tidaknya masalah mental pasien.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/perlukah-ke-psikolog/">Perlukah ke Psikolog?</a></strong></p>
<h2>Mana yang Lebih Baik ke Psikolog atau Psikiater?</h2>
<p>Pertanyaan tentang kapan harus ke psikiater atau psikolog, akan bisa terjawab dari penjelasan lanjutan berikut.</p>
<h3>1. Psikolog</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Psikolog-.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3102" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Psikolog-.jpg" alt="Psikolog" width="750" height="411" /></a></p>
<p>Untuk datang ke psikolog, bisa dilakukan kapan saja terutama saat merasakan kondisi mental sedang tidak sehat supaya tidak menjadi semakin parah dan berdampak pada gangguan mental.</p>
<p>Dengan psikolog, pasien bisa curhat sepuasnya tentang apa yang sedang dirasakan secara empat mata. Bahkan Anda juga bisa meminta psikolog ke rumah, jika memang kondisi tidak memungkinkan untuk datang ke lokasi praktek psikolog terdekat tersebut.</p>
<p>Beberapa kondisi awal masalah kesehatan jiwa berikut ini, merupakan tanda untuk Anda supaya segera datang ke psikolog.</p>
<ul>
<li>Mengalami masalah fobia terhadap sesuatu dan sudah membuat aktivitas terganggu</li>
<li>Kondisi emosi yang tidak stabil dan membuat orang disekitar tidak nyaman</li>
<li>Kesulitan saat memahami sebuah pelajaran di sekolah, pekerjaan di kantor, dan rutinitas lainnya karena tidak bisa fokus dengan baik</li>
<li>Memiliki masalah kecemasan yang berlebihan, berakibat kondisi fisik menjadi tidak sehat dan stres muncul</li>
</ul>
<h3>2. Psikiater</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Psikiater.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3101" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Psikiater.jpg" alt="Psikiater" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Untuk datang ke psikiater, biasanya ada beberapa gejala atau kondisi gangguan mental yang sudah dialami. Bahkan semakin memburuk dan tidak bisa ditangani sendiri, bisa juga ke psikiater setelah mendapatkan rujukan dari psikolog.</p>
<p>Tujuh masalah berikut yang mungkin Anda atau orang dekat alami, sebaiknya ditindaklanjuti dengan berkonsultasi dengan psikiater.</p>
<ul>
<li>Masalah gangguan kepribadian, yang terlihat dengan perubahan perilaku dan emosi secara ekstrim tanpa terkendali</li>
<li>Depresi dalam tahap mayor dan sudah perlu penanganan medis, ketika berbagai gejalanya sudah terlihat jelas.</li>
<li>Pengidap skizofrenia atau orang yang menunjukkan gejala penyakit tersebut, agar bisa ditangani secara medis</li>
<li>Masalah disfungsi seksual yang dialami seseorang, berimbas pada kondisi mentalnya bermasalah</li>
<li>Pecandu narkoba yang ingin sembuh dan memiliki kondisi kesehatan semakin memburuk baik mental maupun fisiknya.</li>
<li>Kondisi gangguan mental lainnya seperti bipolar, masalah sulit fokus, terlalu aktif, impulsif, dan sejenisnya</li>
</ul>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Berbicara soal tepat atau tidaknya apakah lebih baik ke psikolog atau psikiater, maka Anda bisa tahu berdasarkan berbagai informasi di atas tentang dua profesi tersebut. Hal pertama yang dilakukan tentu identifikasi kondisi, lalu berkonsultasilah.</p>
<p>Kedua profesi di dunia medis ini, akan menjadi solusi terbaik jika dikunjungi lebih cepat saat masalah kesehatan mental mulai terlihat.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/beda-psikolog-dengan-psikiater/">Beda Psikolog dengan Psikiater</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/lebih-baik-ke-psikolog-atau-psikiater/">Lebih Baik ke Psikolog atau Psikiater? Mana yang Lebih Tepat?</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/lebih-baik-ke-psikolog-atau-psikiater/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>13 Cara Menyembuhkan Trauma Psikologis di Masa Lalu</title>
		<link>https://dimenpsi.com/cara-menyembuhkan-trauma-psikologis/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/cara-menyembuhkan-trauma-psikologis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Penulis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2023 16:10:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Psikologi Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Mental Health]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=2652</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="563" height="450" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Menyembuhkan-Trauma-Psikologis-563x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Cara Menyembuhkan Trauma Psikologis" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Menyembuhkan-Trauma-Psikologis-563x450.jpg 563w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Menyembuhkan-Trauma-Psikologis-768x614.jpg 768w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Menyembuhkan-Trauma-Psikologis.jpg 800w" sizes="auto, (max-width: 563px) 100vw, 563px" /></p>
<p>Sebagian besar waktu di masa kecil, umumnya memang diisi dengan berbagai aktivitas menyenangkan dan penuh...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/cara-menyembuhkan-trauma-psikologis/">13 Cara Menyembuhkan Trauma Psikologis di Masa Lalu</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="563" height="450" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Menyembuhkan-Trauma-Psikologis-563x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Cara Menyembuhkan Trauma Psikologis" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Menyembuhkan-Trauma-Psikologis-563x450.jpg 563w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Menyembuhkan-Trauma-Psikologis-768x614.jpg 768w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Menyembuhkan-Trauma-Psikologis.jpg 800w" sizes="auto, (max-width: 563px) 100vw, 563px" /></p><p>Sebagian besar waktu di masa kecil, umumnya memang diisi dengan berbagai aktivitas menyenangkan dan penuh warna. Namun sayangnya, tidak semua anak mendapatkan hal itu. Beberapa anak mengalami trauma dan perlu cara menyembuhkan trauma psikologis itu.</p>
<p>Mengingat, trauma-trauma yang tidak disembuhkan bisa menjadi salah satu penghalang bagi perkembangan seseorang ketika melewati fase kehidupan nantinya. Trauma-trauma yang harus disembuhkan pun bervariasi. Tidak hanya terbatas pada trauma-trauma besar saja.</p>
<p>Seperti halnya pelecehan seksual, perundungan yang dilakukan terhadap rekan sekolah, kekerasan oleh orang-orang terdekat mereka, kecelakaan, pelecehan secara verbal, trauma sakit hati, takut ditinggal sendirian, hingga trauma-trauma lain yang mengganggu psikis seseorang.</p>
<h2>Cara Menyembuhkan Trauma Psikologis di Masa Lalu</h2>
<p>Pernah mengalami trauma di masa kecil? Atau trauma tersebut didapatkan ketika beranjak dewasa? Tenang, jangan malu, jangan tertutup dengan apa yang pernah dialami. Sebab, menutup diri tidak akan menghilangkan trauma tersebut.</p>
<p>Bahkan dokter dan orang-orang yang ahli di bidang tersebut, menyarankan para penyintas untuk bisa terbuka dengan orang lain. Tentu hal tersebut memang tidak bisa dilakukan secara langsung. Ada tahapan-tahapan yang perlu dilalui. Berikut beberapa cara menyembuhkan trauma psikologis.</p>
<h3>1. Terima Pengalaman Traumatis Tersebut</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Terima-Pengalaman-Traumatis-Tersebut.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3116" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Terima-Pengalaman-Traumatis-Tersebut.jpg" alt="Terima Pengalaman Traumatis Tersebut" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Terima-Pengalaman-Traumatis-Tersebut.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Terima-Pengalaman-Traumatis-Tersebut-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengobati trauma tersebut adalah dengan menerima pengalaman-pengalaman trauma itu sendiri. Menerima semua yang sudah terjadi, menerima bahwa trauma tersebut adalah bagian dari perjalanan dan perkembangan hidup kita yang akan berputar.</p>
<p>Mungkin hal ini memang sangat sulit ketika dilakukan pertama kali, tetapi ini bisa dikatakan termasuk gerbang pembuka kepada kesembuhan. Pun penerimaan ini mungkin juga akan sulit jika dilakukan oleh anak-anak, sehingga mereka perlu mendapatkan pendampingan dari psikolog.</p>
<h3>2. Terima dan Rasakan Perasaan Apapun yang Muncul</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Terima-dan-Rasakan-Perasaan-Apapun-yang-Muncul.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3115" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Terima-dan-Rasakan-Perasaan-Apapun-yang-Muncul.jpg" alt="Terima dan Rasakan Perasaan Apapun yang Muncul" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Terima-dan-Rasakan-Perasaan-Apapun-yang-Muncul.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Terima-dan-Rasakan-Perasaan-Apapun-yang-Muncul-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Selain menerima pengalaman itu sendiri, perasaan juga menjadi salah satu hal yang biasanya muncul beriringan dengan pengalaman trauma. Kemunculan perasaan tersebut bisa membuat para penyintas terbawa lagi ke hari di mana ia mengalami trauma.</p>
<p>Oleh karena itu, perasaan apapun yang muncul secara tiba-tiba, tidak perlu ditepis atau dihalang-halangi. Terima semua perasaan yang muncul dan rasakan. Jika dirasa itu berat dan sangat menyakitkan, coba tarik nafas perlahan dan hembuskan secara perlahan.</p>
<h3>3. Fokus Pada Diri Sendiri</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Fokus-Pada-Diri-Sendiri-1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3105" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Fokus-Pada-Diri-Sendiri-1.jpg" alt="Fokus Pada Diri Sendiri" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Fokus-Pada-Diri-Sendiri-1.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Fokus-Pada-Diri-Sendiri-1-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Selain itu, untuk menghilangkan trauma tersebut, Anda bisa fokus pada diri sendiri. Dalam arti, kembali mencari tahu apa yang diinginkan, apa yang dicita-citakan, apa sebenarnya yang menjadi tujuan dari hidup yang sedang dijalani, kemampuan apa yang perlu diasah, dan lain sebagainya.</p>
<p>Ketika Anda disibukkan dan tenggelam dalam proses pembenahan diri itu, rasa percaya diri dan berani bakal berangsur-angsur pulih. Anda tidak lagi mengingat pengalaman trauma dan terbelenggu pada pengalaman tersebut, karena Anda memiliki tujuan hidup yang dicita-citakan.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/cara-meningkatkan-daya-ingat-dalam-psikologi/">C<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;cara meningkatkan daya ingat dalam psikologi&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:7041,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;10&quot;:2,&quot;11&quot;:0,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;15&quot;:&quot;Arial, sans-serif&quot;}">ara Meningkatkan Daya Ingat dalam Psikologi</span></a></strong></p>
<h3>4. Hindari Menyendiri</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Hindari-Menyendiri.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3107" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Hindari-Menyendiri.jpg" alt="Hindari Menyendiri" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Hindari-Menyendiri.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Hindari-Menyendiri-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Proses penyembuhan trauma tentu berat bagi semua penyintas. Selama proses tersebut, mereka perlu ditemani, diajak bicara, berdiskusi, dan melakukan sejumlah aktivitas yang menghindarkan mereka dari rasa dikucilkan.</p>
<p>Meskipun terbilang tidak mudah, mungkin cara ini tidak hanya bisa membantu untuk proses penyembuhan trauma orang dewasa. Namun juga anak-anak. Pun hal ini juga bisa dilakukan dengan menyediakan waktu untuk mereka agar bisa bercerita apapun yang mereka inginkan.</p>
<h3>5. Lawan Rasa Takut yang Menyergap</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Lawan-Rasa-Takut-yang-Menyergap.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3110" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Lawan-Rasa-Takut-yang-Menyergap.jpg" alt="Lawan Rasa Takut yang Menyergap" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Takut adalah salah satu rasa yang sering menyergap tidak hanya pada orang-orang yang menderita trauma saja. Namun juga seringkali terjadi pada orang dengan mental sehat. Sementara itu, salah satu cara untuk menghadapi hal ini adalah melawan rasa takut yang menyergap.</p>
<p>Hadapi ketakutan tersebut sebagai suatu proses hidup yang akan mendewasakan Anda. Persiapkan diri dan percayakan semua keberanian itu pada diri sendiri. Bangun <em>mindset</em> bahwa Anda bisa menghadapi ini semua dan ketakutan akan lenyap setelah dilewati.</p>
<h3>6. Lakukan Sesuatu yang Membuat Senang</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Lakukan-Sesuatu-yang-Membuat-Senang.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3109" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Lakukan-Sesuatu-yang-Membuat-Senang.jpg" alt="Lakukan Sesuatu yang Membuat Senang" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Cara menyembuhkan trauma psikologis lainnya adalah dengan melakukan sesuatu yang membuat senang. Mulai dari melakukan aktivitas baru, menjalani hobi, berlibur, dan lain sebagainya. Dengan begitu, hal ini bisa perlahan menjauhkan penyintas dari ingatan akan traumanya.</p>
<h3>7. Berbagi Apa yang Dirasakan dengan Orang Terdekat</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berbagi-Apa-yang-Dirasakan-dengan-Orang-Terdekat.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3104" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berbagi-Apa-yang-Dirasakan-dengan-Orang-Terdekat.jpg" alt="Berbagi Apa yang Dirasakan dengan Orang Terdekat" width="750" height="498" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berbagi-Apa-yang-Dirasakan-dengan-Orang-Terdekat.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berbagi-Apa-yang-Dirasakan-dengan-Orang-Terdekat-678x450.jpg 678w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Pun setiap perasaan yang muncul tidak harus dipendam atau dimiliki sendiri. Namun Anda bisa membagikannya ke orang lain. Baik itu perasaan sedih, bingung, gelisah, senang, hingga bahagia sekalipun.</p>
<p>Bagi sebagian orang, membagi perasaan ini mungkin memang terlihat membebani orang lain. Namun tidak semua orang berpikir tentang hal yang sama dengan Anda. Jika memang membagi perasaan dengan orang lain sulit, mulailah dengan orang-orang terdekat seperti keluarga atau sahabat.</p>
<h3>8. Rutin Olahraga</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rutin-Olahraga.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3114" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rutin-Olahraga.jpg" alt="Rutin Olahraga" width="750" height="528" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rutin-Olahraga.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rutin-Olahraga-639x450.jpg 639w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Selain melakukan hobi, olahraga juga bisa menjadi salah satu cara mengatasi trauma yang bisa dilakukan. Ini tidak hanya akan menyehatkan dan membuat badan jadi lebih segar, tetapi juga mampu menyegarkan pikiran, menenangkan hati yang sedang gelisah, dan menambah rasa senang.</p>
<p>Jika olahraga sendirian terlalu berat, bergabunglah ke suatu komunitas yoga, pilates, dan lain sebagainya. Sambil berolahraga, bertemu dengan orang-orang baru juga bisa jadi obat untuk menumbuhkan kepercayaan diri kembali.</p>
<h3>9. Rutin Menulis Jurnal</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rutin-Menulis-Jurnal.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3113" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rutin-Menulis-Jurnal.jpg" alt="Rutin Menulis Jurnal" width="750" height="563" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rutin-Menulis-Jurnal.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rutin-Menulis-Jurnal-599x450.jpg 599w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Menulis jurnal mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang. Namun tahukah Anda, bahwa selama proses ini, secara tidak langsung tubuh memindai semua ketakutan, kegelisahan, dan hal-hal berat lainnya ke media yang berbeda, yakni buku.</p>
<p>Dengan begitu, jurnal bisa menjadi salah satu media untuk berbagi mengenai hal-hal tidak menyenangkan hingga aktivitas gembira. Proses ini bisa dilakukan dengan mudah. Tulislah semua hal yang terjadi dalam satu hari secara detail.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/belajar-ilmu-psikologi/">B<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;belajar ilmu psikologi&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:7041,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;10&quot;:2,&quot;11&quot;:0,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;15&quot;:&quot;Arial, sans-serif&quot;}">elajar Ilmu Psikologi</span></a></strong></p>
<h3>10. Hindari Alkohol dan Narkotika</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Hindari-Alkohol-dan-Narkotika.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3106" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Hindari-Alkohol-dan-Narkotika.jpg" alt="Hindari Alkohol dan Narkotika" width="750" height="369" /></a></p>
<p>Meskipun dilarang, mungkin alkohol dan narkotika bisa memberikan ketenangan dalam jangka waktu tertentu. Namun ketika hal itu sudah dilakukan, efeknya akan semakin parah dan berujung pada ketergantungan.</p>
<p>Anda tidak bisa hidup dengan mandiri dan keluar dari belenggu trauma tersebut. Sebab Anda memilih untuk tenang sejenak dengan cara yang sangat mudah dan singkat, dibandingkan mencari ketenangan dengan cara yang super sulit dan membutuhkan waktu lama.</p>
<h3>11. Luangkan Waktu Istirahat Cukup</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Luangkan-Waktu-Istirahat-Cukup.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3111" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Luangkan-Waktu-Istirahat-Cukup.jpg" alt="Luangkan Waktu Istirahat Cukup" width="750" height="478" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Luangkan-Waktu-Istirahat-Cukup.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Luangkan-Waktu-Istirahat-Cukup-706x450.jpg 706w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Beristirahat yang cukup pun dibutuhkan oleh semua orang. Terutama bagi orang-orang yang masih memiliki trauma dan sering terganggu dengan hal itu. Oleh karena itu, para dokter dan orang-orang yang ahli di bidangnya juga menyarankan agar penyintas memiliki waktu istirahat yang cukup.</p>
<p>Sebab dengan istirahat yang cukup, tubuh bisa memiliki stamina dan ketenangan pikiran. Bahkan hal ini juga bisa membantu untuk menghilangkan seseorang dari <em>mood swing</em> karena kelelahan atau hari itu sedang menghadapi hari yang tidak menyenangkan baginya.</p>
<h3>12. Lakukan Meditasi</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Lakukan-Meditasi.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3108" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Lakukan-Meditasi.jpg" alt="Lakukan Meditasi" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Pun meditasi bisa menjadi cara mengobati trauma psikis. Mengingat, meditasi adalah salah satu cara agar seseorang bisa mendapat ketenangan dan mendengar suara hatinya dengan jelas. Gabunglah ke kelas meditasi ketika baru pertama kali melakukannya agar bisa merasakan manfaatnya.</p>
<h3>13. Minta Bantuan Ahli</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Minta-Bantuan-Ahli.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3112" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Minta-Bantuan-Ahli.jpg" alt="Minta Bantuan Ahli" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Minta-Bantuan-Ahli.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Minta-Bantuan-Ahli-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Apabila semua cara-cara di atas sudah dilakukan dan tidak ada yang berhasil, jangan ragu untuk mendatangi psikolog. Konsultasi dan mintalah bantuan kepada para ahli. Sebab trauma yang mengganggu psikis, hanya bisa didiagnosa oleh psikolog.</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Cara menyembuhkan trauma psikologis di masa lalu, bisa diobati dengan berbagai cara. Mulai dari menerima pengalaman trauma, merasakan perasaan yang datang, fokus pada diri sendiri, melawan rasa takut, rutin menulis jurnal, meditasi, hingga meminta bantuan para ahli.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/rasa-takut-dalam-psikologi/">R<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;rasa takut dalam psikologi&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:7041,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;10&quot;:2,&quot;11&quot;:0,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;15&quot;:&quot;Arial, sans-serif&quot;}">asa Takut dalam Psikologi</span></a></strong></p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/cara-menyembuhkan-trauma-psikologis/">13 Cara Menyembuhkan Trauma Psikologis di Masa Lalu</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/cara-menyembuhkan-trauma-psikologis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa itu Rasa Takut dalam Psikologi? Apa Kata Ahli?</title>
		<link>https://dimenpsi.com/rasa-takut-dalam-psikologi/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/rasa-takut-dalam-psikologi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Penulis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Oct 2023 16:04:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Psikologi Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Dasar Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Mental Health]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Self-Development]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=2673</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="563" height="450" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rasa-Takut-Dalam-Psikologi-563x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Rasa Takut Dalam Psikologi" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rasa-Takut-Dalam-Psikologi-563x450.jpg 563w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rasa-Takut-Dalam-Psikologi-768x614.jpg 768w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rasa-Takut-Dalam-Psikologi.jpg 800w" sizes="auto, (max-width: 563px) 100vw, 563px" /></p>
<p>Ketika mengarungi kehidupan, kita akan dihadapkan oleh berbagai perasaan. Mulai dari marah, sedih, senang, hingga...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/rasa-takut-dalam-psikologi/">Apa itu Rasa Takut dalam Psikologi? Apa Kata Ahli?</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="563" height="450" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rasa-Takut-Dalam-Psikologi-563x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Rasa Takut Dalam Psikologi" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rasa-Takut-Dalam-Psikologi-563x450.jpg 563w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rasa-Takut-Dalam-Psikologi-768x614.jpg 768w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rasa-Takut-Dalam-Psikologi.jpg 800w" sizes="auto, (max-width: 563px) 100vw, 563px" /></p><p>Ketika mengarungi kehidupan, kita akan dihadapkan oleh berbagai perasaan. Mulai dari marah, sedih, senang, hingga takut. Rotasi semua perasaan itu pun tidak bisa ditebak, seperti halnya merasa takut berlebihan. Namun, pernahkan Anda berpikir sebenarnya rasa takut dalam psikologi itu apa.</p>
<p>Semasa kecil, kita hanya diberikan porsi untuk merasakan dan memberi respon terhadap perasaan-perasaan yang muncul semau kita. Lalu ketika beranjak dewasa, berangsur-angsur diri mengalami pendewasaan dengan adanya pengelolaan perasaan-perasaan tersebut.</p>
<p>Bermacam-macam pengelolaan itu, akhirnya membawa seseorang menuju sebuah pengetahuan akan dirinya sendiri dan pengetahuan tentang perasaan tersebut. Maka dari itu, pada akhirnya seseorang bisa lebih bijak dalam mengelola emosi atau perasaan-perasaan yang menghampirinya.</p>
<h2>Apa itu Rasa Takut dalam Psikologi Menurut Para Ahli</h2>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-itu-Rasa-Takut-dalam-Psikologi-Menurut-Para-Ahli.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3118" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-itu-Rasa-Takut-dalam-Psikologi-Menurut-Para-Ahli.jpg" alt="Apa itu Rasa Takut dalam Psikologi Menurut Para Ahli" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-itu-Rasa-Takut-dalam-Psikologi-Menurut-Para-Ahli.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-itu-Rasa-Takut-dalam-Psikologi-Menurut-Para-Ahli-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Menurut para ahli psikologi yang berkicimpung di bidang kesehatan mental, perasaan takut adalah jenis emosi manusia yang paling dasar dan kuat. Jadi tidak heran, jika Anda menemui orang dengan ketakutan berlebihan ataupun orang tanpa rasa takut sekalipun.</p>
<p>Sebab hal itu berhubungan dengan pengelolaan emosi dan karakter atau pembawaan orang yang bersangkutan. Di satu waktu, orang dengan penguasaan emosi yang lemah dan cenderung dikuasai oleh perasaan, dapat mengalami kelumpuhan keberanian.</p>
<p>Oleh karena itu, respon yang diberikan pada tubuh berupa lemas, keringat dingin, tidak bisa berbicara, mulas, sakit perut, dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang, hal tersebut mungkin terkesan negatif dan tidak menguntungkan sama sekali.</p>
<p>Namun menurut para psikologi, dengan adanya perasaan tersebut, manusia jadi punya kendali atau kewaspadaan terhadap suatu hal. Sebab, manusia tidak hanya akan dihadapkan dalam situasi-situasi yang baik, aman, dan menguntungkan.</p>
<p>Melainkan, juga akan dihadapkan dengan situasi buruk seperti halnya bencana. Meskipun begitu, jika Anda beberapa kali mengalami ketakutan, tidak perlu risau, karena itu merupakan hal yang wajar dan normal. Anda hanya perlu berlatih untuk menguasai diri ketika perasaan tersebut menyergap.</p>
<h2>Penyebab Rasa Takut</h2>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Penyebab-Rasa-Takut.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3128" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Penyebab-Rasa-Takut.jpg" alt="Penyebab Rasa Takut" width="750" height="735" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Penyebab-Rasa-Takut.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Penyebab-Rasa-Takut-60x60.jpg 60w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Penyebab-Rasa-Takut-459x450.jpg 459w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Jika berbicara tentang penyebab rasa takut, hasilnya akan beragam. Mengingat setiap orang memiliki ketakutan, fobia, dan latar belakang yang berbeda-beda. Ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadi contoh karena sering terjadi di kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Mulai dari ketika menonton film horor, bertemu dengan orang baru, pertama kali masuk kuliah, ketika akan presentasi, ketika menunggu hasil ujian, ketika bertemu dengan hewan-hewan tertentu, berada di atas ketinggian, memasuki rumah hantu, dan lain sebagainya.</p>
<h2>Bagaimana Proses Rasa Takut itu Muncul?</h2>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Bagaimana-Proses-Rasa-Takut-itu-Muncul.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3120" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Bagaimana-Proses-Rasa-Takut-itu-Muncul.jpg" alt="Bagaimana Proses Rasa Takut itu Muncul?" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Bagaimana-Proses-Rasa-Takut-itu-Muncul.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Bagaimana-Proses-Rasa-Takut-itu-Muncul-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Setelah memahami apa itu rasa takut dalam psikologi menurut para ahli beserta penyebabnya, tentu Anda pasti bertanya-tanya tentang proses munculnya perasaan itu sendiri. Bagaimana ia muncul tiba-tiba dalam keadaan-keadaan tertentu.</p>
<p>Respon takut yang dikeluarkan oleh tubuh pada saat-saat seperti itu karena tubuh atau keadaan psikis merasa ada ancaman bahaya yang menyerang. Oleh karena itu, kemudian seluruh tubuh memberikan respon ketakutan yang ditampakkan dari ciri fisik maupun psikologis.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/cara-menyembuhkan-trauma-psikologis/">C<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;cara menyembuhkan trauma psikologis&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:7043,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16776960},&quot;10&quot;:2,&quot;11&quot;:0,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;15&quot;:&quot;Arial, sans-serif&quot;}">ara Menyembuhkan Trauma Psikologis</span></a></strong></p>
<h2>Cara Menghilangkan Rasa Takut dalam Diri</h2>
<p>Lantas, apakah ketakutan-ketakutan itu bisa dihilangkan? Untuk menghilangkan rasa takut itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cara-cara tersebut tidak bisa memberikan hasil secara langsung, melainkan memerlukan proses.</p>
<h3>1. Hadapi dan Lawan Ketakutan yang Datang</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Hadapi-dan-Lawan-Ketakutan-yang-Datang.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3124" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Hadapi-dan-Lawan-Ketakutan-yang-Datang.jpg" alt="Hadapi dan Lawan Ketakutan yang Datang" width="750" height="750" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Hadapi-dan-Lawan-Ketakutan-yang-Datang.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Hadapi-dan-Lawan-Ketakutan-yang-Datang-60x60.jpg 60w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Hadapi-dan-Lawan-Ketakutan-yang-Datang-450x450.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Cara pertama yang bisa dilakukan dengan menghadapi dan lawan rasa takut yang datang. Jangan putar balik dan jangan berbalik. Lewati rasa takut itu. Untuk anak-anak, mungkin hal ini akan sedikit sulit jika dilakukan sendiri.</p>
<p>Oleh karena itu, para orang tua harus mendampingi, memberi pemahaman, dan melatih mereka agar bisa menghadapi ketakutan tersebut. Dengan adanya langkah-langkah itu, berangsur-angsur anak bisa memposisikan dirinya dan memberikan respon untuk melawan perasaan takutnya.</p>
<h3>2. Tenangkan Diri</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Tenangkan-Diri.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3129" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Tenangkan-Diri.jpg" alt="Tenangkan Diri" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Tenangkan-Diri.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Tenangkan-Diri-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Tak sedikit orang yang mengalami ketakutan dalam level berbeda-beda. Ketika berada dalam keadaan tersebut, sebelum mempengaruhi pikiran dengan hal-hal positif, buat diri Anda tenang terlebih dahulu. Ambil nafas beberapa kali dan buang secara perlahan. Ulangi sampai tenang.</p>
<h3>3. Kenali Pemicunya</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Kenali-Pemicunya.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3127" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Kenali-Pemicunya.jpg" alt="Kenali Pemicunya" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Kenali-Pemicunya.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Kenali-Pemicunya-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Pengelolaan rasa takut yang baik juga bisa datang dari adanya pemahaman terhadap pemicu itu sendiri. Ketika memahami pemicunya, otomatis tubuh juga bisa memahami, lebih tenang, dan tidak memberikan respon berlebihan.</p>
<p>Sama seperti melawan rasa takut, mungkin untuk mengenali pemicunya, Anda tidak bisa berhasil hanya dalam satu kali percobaan. Melainkan, hal itu membutuhkan latihan beberapa kali bahkan seumur hidup. Namun, tidak ada hasil yang mustahil untuk sebuah usaha maksimal.</p>
<h3>4. Berpikir Lebih Positif</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berpikir-Lebih-Positif.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3122" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berpikir-Lebih-Positif.jpg" alt="Berpikir Lebih Positif" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berpikir-Lebih-Positif.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berpikir-Lebih-Positif-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Ketika sudah tenang dan mengenali pemicu munculnya perasaan takut itu, sebisa mungkin buat pikiran lebih positif. Apabila rasa takut itu menyergap ketika akan berbicara di depan umum, Anda bisa melihat seluruh <em>audience</em> terlebih dahulu.</p>
<p>Lihat semua mata yang memandang ke depan dalam beberapa detik. Tarik nafas, berikan senyuman manis kepada <em>audience</em>, baru kemudian mulai presentasi serileks mungkin. Jika dirasa pembahasan hari itu terlalu berat, mulailah dengan pembahasan yang ringan.</p>
<h3>5. Keluar dari Zona Nyaman</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Keluar-dari-Zona-Nyaman.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3126" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Keluar-dari-Zona-Nyaman.jpg" alt="Keluar dari Zona Nyaman" width="750" height="438" /></a></p>
<p>Rasa takut itu tidak akan hilang ketika Anda tidak keluar dari zona nyaman. Oleh karena itu, obat yang paling ampuh adalah keluar dari zona nyaman Anda. Uji kepercayaan diri dengan mendatangi rasa takut itu. Tantang diri sendiri dan percaya bahwa Anda bisa melalui semua itu.</p>
<p>Lakukan sesuatu aktivitas yang selama ini menjadi momok ketakutan. Mulai dari yang berefek ringan. Tidak perlu terburu-buru, lakukan saja perlahan. Yang penting konsisten dan berkomitmen pada diri sendiri bahwa Anda akan keluar dari zona nyaman.</p>
<h3>6. Hindari Pelampiasan Pada Hal-Hal Negatif</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Hindari-Pelampiasan-Pada-Hal-Hal-Negatif.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3125" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Hindari-Pelampiasan-Pada-Hal-Hal-Negatif.jpg" alt="Hindari Pelampiasan Pada Hal-Hal Negatif" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Hindari-Pelampiasan-Pada-Hal-Hal-Negatif.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Hindari-Pelampiasan-Pada-Hal-Hal-Negatif-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Apabila rasa takut yang datang itu berada dalam level yang cukup tinggi, sebisa mungkin menjauhlah dari hal-hal negatif seperti alkohol, obat-obatan, minuman keras, dan sejenisnya. Pun minimalkan juga penggunaan rokok yang bisa membuat tenang.</p>
<h3>7. Beri Hadiah untuk Diri Sendiri</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Beri-Hadiah-untuk-Diri-Sendiri.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3121" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Beri-Hadiah-untuk-Diri-Sendiri.jpg" alt="Beri Hadiah untuk Diri Sendiri" width="750" height="501" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Beri-Hadiah-untuk-Diri-Sendiri.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Beri-Hadiah-untuk-Diri-Sendiri-200x135.jpg 200w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Beri-Hadiah-untuk-Diri-Sendiri-674x450.jpg 674w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Jangan lupa untuk memberi hadiah pada diri sendiri ketika dirasa sudah melewati hari-hari dengan mengalahkan rasa takut tersebut. Sebab, diri sendiri perlu diapresiasi untuk segala pencapaian sekecil apapun itu. Lakukan dan buat diri Anda merasa senang untuk merayakannya.</p>
<p>Seperti halnya berjalan-jalan keluar rumah, menonton film di bioskop, makan makanan favorit, pergi berenang, berlibur ke suatu tempat, membeli barang-barang kebutuhan, berbelanja, beristirahat yang cukup, dan lain sebagainya.</p>
<h3>8. Cari Bantuan Profesional</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cari-Bantuan-Profesional.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3123" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cari-Bantuan-Profesional.jpg" alt="Cari Bantuan Profesional" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Apabila cara-cara di atas sudah dilakukan sebanyak mungkin, konsisten, dan terus menerus tetapi tidak membuahkan hasil, segera cari bantuan professional. Barangkali hasil dari usaha Anda saat itu memang tidak disadari karena pencapaiannya sedikit demi sedikit.</p>
<p>Pun jika tidak ada hasil sama sekali, para ahli yang profesional di bidangnya siap membantu Anda untuk keluar dari rasa takut itu. Jangan ragu untuk datang berkonsultasi dan menceritakan apa yang menjadi permasalahan saat ini.</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Rasa takut dalam psikologi adalah respon dasar, kuat, normal dan wajar yang akan dikeluarkan oleh tubuh ketika menghadapi bahaya atau ancaman-ancaman tertentu. Penyebabnya bisa bervariasi. Tergantung pada fobia, latar belakang, hingga keadaan orang yang bersangkutan.</p>
<p>Untuk menghilangkan rasa takut itu, bisa dilakukan dengan menghadapi dan melawan rasa takut yang menyergap, menenangkan diri, mengenali pemicunya, berpikiran positif, keluar dari zona nyaman, menghindari pelampiasan pada hal-hal negatif, hingga mencari bantuan professional.</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/rasa-takut-dalam-psikologi/">Apa itu Rasa Takut dalam Psikologi? Apa Kata Ahli?</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/rasa-takut-dalam-psikologi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>10 Cara Mengontrol Emosi Menurut Psikologi</title>
		<link>https://dimenpsi.com/cara-mengontrol-emosi-menurut-psikologi/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/cara-mengontrol-emosi-menurut-psikologi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Penulis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Oct 2023 14:12:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Psikologi Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Mental Health]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=2671</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="750" height="422" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/10-Cara-Mengontrol-Emosi-Menurut-Psikologi.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="10 Cara Mengontrol Emosi Menurut Psikologi" decoding="async" loading="lazy" /></p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan dihadapkan pada suasana hati yang berbeda-beda. Terkadang gembira, sedih, lalu...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/cara-mengontrol-emosi-menurut-psikologi/">10 Cara Mengontrol Emosi Menurut Psikologi</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="750" height="422" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/10-Cara-Mengontrol-Emosi-Menurut-Psikologi.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="10 Cara Mengontrol Emosi Menurut Psikologi" decoding="async" loading="lazy" /></p><p>Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan dihadapkan pada suasana hati yang berbeda-beda. Terkadang gembira, sedih, lalu sesaat kemudian tersulut emosi. Padahal, setiap emosi yang datang bisa dikontrol oleh diri sendiri. Cara mengontrol emosi menurut psikologi pun bermacam-macam.</p>
<p>Mungkin beberapa cara di bawah ini, tidak semuanya berhasil untuk mengendalikan emosi Anda. Tenang saja, hal itu wajar. Sebab pengendalian emosi juga tergantung kebiasaan. Ketika kita terbiasa sadar saat emosi-emosi negatif maupun positif itu datang, kita tidak akan mengalami <em>over</em>.</p>
<p>Baik itu berlebihan dalam hal menerima emosi-emosi negatif maupun menerima yang positif. Kita jadi bisa mengendalikan diri untuk tetap berada di jalur biasa-biasa saja. Bersedih secukupnya, marah secukup, dan senang secukupnya. Dengan begitu, tidak akan ada gap dengan emosi lainnya.</p>
<h2>10 Cara Mengontrol Emosi Menurut Psikologi</h2>
<p>Umumnya, emosi selalu lekat dengan pemahaman negatif. Seperti marah, jengkel, sebal, naik darah, dan sejenisnya. Namun sebenarnya, emosi tidak hanya berkaitan dengan perasaan-perasaan negatif saja. Melainkan, seluruh luapan perasaan yang berkembang dalam diri seseorang.</p>
<p>Dibalik itu, kontrol emosi negatif memang terbilang lebih susah daripada emosi positif. Terlebih ketika sudah tersulut amarahnya. Bisa-bisa, semua orang yang ada di sekitarnya juga ikut terkena semprot. Namun tenang saja, karena ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menahan emosi.</p>
<h3>1. Tenangkan Diri</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Tenangkan-Diri-1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3147" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Tenangkan-Diri-1.jpg" alt="Tenangkan Diri" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Tidak semua emosi bisa diekspresikan atau ditahan begitu saja. Melainkan, harus selektif atau dipilah-pilah dalam melepas atau menahan emosi. Oleh karena itu, terkadang satu waktu mengharuskan Anda untuk menahan emosi dan satu waktu mengharuskan untuk meluapkannya.</p>
<p>Sebelum memilih untuk menahan atau mengekspresikannya, cobalah untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Taring nafas panjang dan buang perlahan-lahan. Lakukan itu beberapa kali sampai diri Anda benar-benar tenang. Baru kemudian bisa melakukan pemilihan dengan kepala dingin.</p>
<h3>2. Kenali Semua Emosi Dalam Diri</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Kenali-Semua-Emosi-Dalam-Diri.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3145" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Kenali-Semua-Emosi-Dalam-Diri.jpg" alt="Kenali Semua Emosi Dalam Diri" width="750" height="393" /></a></p>
<p>Untuk mengontrol emosi sehingga selektif dalam pengekspresiannya, pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengenali semua emosi yang dimungkinkan muncul dalam diri. Emosi apa saja yang pernah dirasakan, apa penyebab yang paling mudah membuat tersulut, dan lain sebagainya.</p>
<p>Dengan mengenali emosi tersebut, pemilahan untuk mengekspresikan atau menahan emosi tersebut lebih mudah. Sebab diri sendiri sudah kenal dan hafal ciri setiap emosi yang dirasakan oleh tubuh. Maka kemudian bisa memberikan respon baik, tenang, dan tahu apa yang harus dilakukan.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/ilmu-psikologi-dasar/">Ilmu Psikologi Dasar</a></strong></p>
<h3>3. Terima Semua Emosi yang Dirasakan</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Terima-Semua-Emosi-yang-Dirasakan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3148" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Terima-Semua-Emosi-yang-Dirasakan.jpg" alt="Terima Semua Emosi yang Dirasakan" width="750" height="563" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Terima-Semua-Emosi-yang-Dirasakan.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Terima-Semua-Emosi-yang-Dirasakan-599x450.jpg 599w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Ketika sudah mengenali, memahami, hafal emosi-emosi apa saja yang sedang dirasakan, selanjutnya tugas seseorang yang sedang merasakan gejolak emosi adalah menerima semua yang sedang ia rasakan. Emosi-emosi positif mungkin bisa atau lebih mudah diterima oleh semua orang.</p>
<p>Namun tidak semuanya mampu menerima emosi-emosi negatif yang datang. Padahal, emosi negatif itu juga perlu dirasakan agar kemudian tubuh bisa mengolah dan memberikan respon. Apakah emosi tersebut perlu diluapkan atau ditahan.</p>
<h3>4. Berjarak dengan Emosi yang Dirasakan</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berjarak-dengan-Emosi-yang-Dirasakan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3142" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berjarak-dengan-Emosi-yang-Dirasakan.jpg" alt="Berjarak dengan Emosi yang Dirasakan" width="750" height="480" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berjarak-dengan-Emosi-yang-Dirasakan.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berjarak-dengan-Emosi-yang-Dirasakan-703x450.jpg 703w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Penerimaan emosi yang harus dilakukan di tahap sebelum ini, mungkin tidak bisa berhasil secara langsung. Penerimaan itu tentu membutuhkan jarak dan kebiasaan. Maka, cara mengontrol emosi menurut psikologi lainnya adalah berjarak dengan emosi yang sedang dirasakan.</p>
<p>Berjarak dalam hal ini, bukan berarti tidak menerima. Perasaan emosi tersebut tetap keluar dari dalam diri. Namun seseorang yang merasakannya mengalihkan dengan cara melakukan aktivitas lain yang membuatnya bisa berjarak dan melupakan emosi tersebut.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/belajar-ilmu-psikologi/">Belajar Ilmu Psikologi</a></strong></p>
<h3>5. Ubah Pemikiran Diri Sendiri</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Ubah-Pemikiran-Diri-Sendiri.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3149" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Ubah-Pemikiran-Diri-Sendiri.jpg" alt="Ubah Pemikiran Diri Sendiri" width="750" height="750" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Ubah-Pemikiran-Diri-Sendiri.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Ubah-Pemikiran-Diri-Sendiri-60x60.jpg 60w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Ubah-Pemikiran-Diri-Sendiri-450x450.jpg 450w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Mungkin cara ini agaknya terkesan untuk menahan emosi yang seharusnya dikeluarkan, tetapi jika suasananya tidak memungkinkan, akan memberi dampak yang sangat disayangkan bagi diri sendiri. Oleh karena itu, lebih baik ditahan dengan mengubah pemikiran diri sendiri.</p>
<p>Ini merupakan cara menipu diri sendiri sebagai upaya untuk mengendalikan emosi yang sedang bergejolak. Umumnya, cara ini bisa diterapkan ketika diri dalam keadaan marah. Caranya mudah saja. Cobalah untuk menarik nafas dan membuangnya, lalu tersenyum.</p>
<h3>6. Introspeksi Diri</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Introspeksi-Diri.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3144" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Introspeksi-Diri.jpg" alt="Introspeksi Diri" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Cara mengontrol emosi menurut psikologi lainnya adalah dengan intropeksi diri. Jika dirasa keadaan lingkungan dan diri sendiri sudah benar-benar tenang, lakukan intropeksi diri. Secara tidak langsung, biasanya cara ini akan membuat reka ulang adegan secara otomatis di kepala Anda.</p>
<p>Ketika reka ulang momen emosi negatif itu datang, cobalah untuk meninjau kembali emosi tersebut. Apa yang salah dari perilaku Anda? Apakah ada kata-kata yang tidak sengaja menyakiti seseorang di lingkungan tersebut? Jangan malu untuk menyadari kesalahan diri sendiri.</p>
<h3>7. Berdoa</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berdoa-.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3141" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Berdoa-.jpg" alt="Berdoa" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Pun tak sedikit juga psikolog yang terkadang menyarankan orang-orang yang sedang mengalami gejolak emosi berlebih, terutama negatif untuk berdoa. Dalam Islam, cara ini bisa dilakukan dengan membaca doa menahan amarah.</p>
<p>Bisa dilakukan untuk mengendalikan emosi yang sedang meledak-ledak. Adapun doanya adalah <em>allahummaghfirlii dzanbii, wa adzhib ghaizha qalbii, wa ajirnii minas syaitaani</em>. Yang artinya adalah Tuhanku, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan.</p>
<h3>8. Maafkan dan Lupakan</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Maafkan-dan-Lupakan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3146" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Maafkan-dan-Lupakan.jpg" alt="Maafkan dan Lupakan" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Maafkan-dan-Lupakan.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Maafkan-dan-Lupakan-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Ketika sudah merasakan, menerima, dan intropeksi diri, maafkan diri Anda jika memang telah melakukan kesalahan. Ingatlah bahwa setiap orang bisa lepas dari kendalinya. Oleh sebab itu, penting untuk tidak meledak-ledak terlebih dahulu sebelum tenang dan berpikir jernih.</p>
<p>Lupakan semua emosi yang telah membuat hari Anda buruk. Lupakan semua hal yang membuat Anda kacau. Setelah tenang, lakukan aktivitas yang membuat diri sendiri senang. Tingkatkan <em>mood</em> dengan segala sesuatu atau aktivitas positif yang bisa meningkatkan gairah hidup.</p>
<h3>9. Fokus Pada Hal yang bisa Dikontrol</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Fokus-Pada-Hal-yang-bisa-Dikontrol.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3143" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Fokus-Pada-Hal-yang-bisa-Dikontrol.jpg" alt="Fokus Pada Hal yang bisa Dikontrol" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Fokus-Pada-Hal-yang-bisa-Dikontrol.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Fokus-Pada-Hal-yang-bisa-Dikontrol-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Pun tidak semua hal bisa kita kontrol sesuai dengan keinginan diri sendiri. Terkadang, ada beberapa hal yang lepas kendali dan terjadi begitu saja tidak sesuai dengan ekspektasi. Namun tenang, karena itu wajar. Terlebih ketika ada sesuatu yang dikelola bersama dengan orang lain.</p>
<p>Seringnya, kemauan kita berbanding terbalik dengan kemauan rekan. Jika salah satu tidak ada yang bisa toleransi, hal itu mungkin akan membawa keduanya pada pertengkaran hingga perpecahan. Maka dari itu, penting untuk menahan emosi dan fokus pada hal-hal yang bisa dikontrol.</p>
<h3>10. Ungkapkan Emosi Secara Asertif</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Ungkapkan-Emosi-Secara-Asertif.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3150" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Ungkapkan-Emosi-Secara-Asertif.jpg" alt="Ungkapkan Emosi Secara Asertif" width="750" height="563" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Ungkapkan-Emosi-Secara-Asertif.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Ungkapkan-Emosi-Secara-Asertif-599x450.jpg 599w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Bagi sebagian orang, beberapa emosi negatif terkadang perlu diungkapkan. Selain sebagai bentuk ekspresi atau respon terhadap hal-hal yang menyulut amarah, aktivitas tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada rekan kita.</p>
<p>Jika memang yang harus diekspresikan adalah perasaan yang menuju pada pertentangan, ketidaknyamanan, ketidaksetujuan, hal itu bisa diungkapkan dengan cara asertif. Dengan begitu, kita bisa mengelola emosi dengan baik, menyampaikan maksud, tanpa harus menyakiti hati mitra tutur.</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Dalam hal mengelola perasaan, mengontrol emosi negatif adalah yang paling sulit. Bahkan emosi tersebut paling mudah tersulut dan susah untuk hilang. Oleh karena itu, tak heran lagi jika tak sedikit orang kesusahan dalam mengatasi emosi yang tidak stabil.</p>
<p>Jika ingin menanggulangi hal tersebut, cara mengontrol emosi menurut psikologi adalah dengan menenangkan diri terlebih dahulu, mengenali dan merasakan emosi, menerima semua emosi yang dirasakan, mengubah pemikiran diri sendiri, intropeksi diri, dan mengungkapkannya secara asertif.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/cara-meningkatkan-daya-ingat-dalam-psikologi/">Cara Meningkatkan Daya Ingat dalam Psikologi</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/cara-mengontrol-emosi-menurut-psikologi/">10 Cara Mengontrol Emosi Menurut Psikologi</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/cara-mengontrol-emosi-menurut-psikologi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>12 Cara Meningkatkan Daya Ingat dalam Psikologi</title>
		<link>https://dimenpsi.com/cara-meningkatkan-daya-ingat-dalam-psikologi/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/cara-meningkatkan-daya-ingat-dalam-psikologi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Penulis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Oct 2023 14:22:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Psikologi Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Kepribadian Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=3233</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="563" height="450" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Meningkatkan-Daya-Ingat-Dalam-Psikologi-563x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Cara Meningkatkan Daya Ingat Dalam Psikologi" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Meningkatkan-Daya-Ingat-Dalam-Psikologi-563x450.jpg 563w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Meningkatkan-Daya-Ingat-Dalam-Psikologi-768x614.jpg 768w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Meningkatkan-Daya-Ingat-Dalam-Psikologi.jpg 800w" sizes="auto, (max-width: 563px) 100vw, 563px" /></p>
<p>Biasanya lupa itu identik dengan orang tua yang sudah uzur, namun ada juga yang mengalami...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/cara-meningkatkan-daya-ingat-dalam-psikologi/">12 Cara Meningkatkan Daya Ingat dalam Psikologi</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="563" height="450" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Meningkatkan-Daya-Ingat-Dalam-Psikologi-563x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Cara Meningkatkan Daya Ingat Dalam Psikologi" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Meningkatkan-Daya-Ingat-Dalam-Psikologi-563x450.jpg 563w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Meningkatkan-Daya-Ingat-Dalam-Psikologi-768x614.jpg 768w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Meningkatkan-Daya-Ingat-Dalam-Psikologi.jpg 800w" sizes="auto, (max-width: 563px) 100vw, 563px" /></p><p>Biasanya lupa itu identik dengan orang tua yang sudah uzur, namun ada juga yang mengalami sulit mengingat ketika berusia masih muda. Jika hal itu terjadi, tentu butuh cara meningkatkan daya ingat dalam psikologi yang akan meminimalisir pikun dini.</p>
<p>Jika daya ingat berkurang, akan banyak dampak buruknya untuk diri sendiri dan orang di sekitar. Apalagi bagi yang usianya masih produktif dan butuh fokus tingkat tinggi, untuk berkegiatan.</p>
<p>Banyak faktor yang menjadi penyebab daya tahan tubuh berkurang, hal tersebut tentu akan sangat mengganggu bukan? Berikut ini beberapa alternatif cara dapat dilakukan, supaya tidak mudah lupa dan dapat lebih fokus terhadap apapun.</p>
<h2>12 Cara Meningkatkan Daya Ingat dalam Psikologi</h2>
<p>Dilihat dari kacamata psikologi, ada sejumlah cara meningkatkan fungsi otak agar aktivitas tidak terganggu. Anda bisa mulai melakukannya sekarang, supaya sampai tua nanti selalu bisa ingat banyak hal tanpa masalah.</p>
<h3>1. Meditasi</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Meditasi-3.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3239" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Meditasi-3.jpg" alt="Meditasi" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Meditasi-3.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Meditasi-3-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Lakukan meditasi untuk relaksasi tubuh dan otak, dengan meditasi Anda akan memiliki waktu untuk melakukan <em>recharge</em> energi. Kemudian saraf akan menjadi lebih sehat dan asupan nutrisi dan aliran darah ke otak juga lancar.</p>
<p>Lakukan meditasi kapanpun Anda memiliki waktu, durasinya bisa disesuaikan dengan kondisi diri sendiri.</p>
<h3>2. Rajin Olahraga Fisik</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rajin-Olahraga-Fisik.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3241" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rajin-Olahraga-Fisik.jpg" alt="Rajin Olahraga Fisik" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rajin-Olahraga-Fisik.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Rajin-Olahraga-Fisik-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Olahraga fisik akan memicu metabolisme lebih lancar pada tubuh. Berbagai jenis olahraga bisa dilakukan, mulai dari yang ringan seperti jalan santai hingga <em>fitness</em> dan lainnya.</p>
<p>Berolahraga sangat disarankan secara rutin, bisa diawali dengan sekali seminggu dengan durasi pendek sampai terbiasa. Kemudian tingkatkan durasinya, sampai menjadi rutin setiap hari.</p>
<p>Semakin rutin berolahraga, maka kesehatan tubuh akan menjadi lebih baik karena pembakaran kalori lebih maksimal dan fungsi organ tubuh menjadi lebih baik termasuk otak.</p>
<h3>3. Senam Otak itu Penting</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Senam-Otak-itu-Penting.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3243" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Senam-Otak-itu-Penting.jpg" alt="Senam Otak itu Penting" width="750" height="408" /></a></p>
<p>Pilih senam otak yang nyaman untuk dilakukan, misalnya bermain catur untuk meningkatkan kemampuan otak mengingat dan menyusun strategi. Bisa juga dengan bermain <em>puzzle</em> dan sejenisnya, yang akan menjadi obat meningkatkan daya ingat yang alami dan ampuh.</p>
<h3>4. Makanan Bergizi dan Sehat</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Makanan-Bergizi-dan-Sehat.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3238" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Makanan-Bergizi-dan-Sehat.jpg" alt="Makanan Bergizi dan Sehat" width="750" height="501" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Makanan-Bergizi-dan-Sehat.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Makanan-Bergizi-dan-Sehat-200x135.jpg 200w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Makanan-Bergizi-dan-Sehat-674x450.jpg 674w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Asupan makanan juga harus bergizi, dengan porsi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Baik itu karbohidratnya, protein, vitamin, mineral, dan zat penting lainnya terutama untuk daya ingat.</p>
<p>Jangan lupa untuk rutin mengkonsumsi vitamin D, baik itu yang didapat dari makanan maupun suplemen. Vitamin ini mencegah demensia, menjaga kualitas otak, sekaligus membantu membuat tubuh hingga otak lebih sehat jangka panjang.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/ilmu-psikologi-dasar/">Il<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;ilmu psikologi dasar&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:7041,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;10&quot;:2,&quot;11&quot;:0,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;15&quot;:&quot;Arial, sans-serif&quot;}">mu Psikologi Dasar</span></a></strong></p>
<h3>5. Tidur Cukup</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Tidur-Cukup.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3246" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Tidur-Cukup.jpg" alt="Tidur Cukup" width="750" height="421" /></a></p>
<p>Jangan suka begadang, usahakan untuk tidur cukup setiap hari. untuk orang dewasa waktu tidurnya antara 6-8 jam sehari. Supaya tubuh bisa beristirahat setelah seharian digunakan untuk berbagai aktivitas.</p>
<p>Durasi tidur itu bisa ditambah istirahat siang atau kapanpun Anda punya waktu. Gunanya adalah untuk membuat tubuh senantiasa sehat.</p>
<h3>6. Pakai Konsep Mnemonik</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Pakai-Konsep-Mnemonik.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3240" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Pakai-Konsep-Mnemonik.jpg" alt="Pakai Konsep Mnemonik" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Ada konsep sebagai cara senam otak yang cukup menarik untuk dilakukan, fungsinya adalah untuk lebih mudah mengingat berbagai hal dari yang kecil hingga informasi skala besar.</p>
<p>Konsep ini adalah dengan membuatkan akronim atau singkatan dari berbagai informasi, supaya Anda mudah mengingatnya.</p>
<p>Bisa juga dengan melakukan pemotongan informasi bagian pentingnya saja, sebagai cara untuk mengingat sebuah kondisi atau informasi menjadi lebih mudah dan cepat.</p>
<p>Misalnya, membuat singkatan dari daftar pekerjaan yang harus dilakukan besok sehingga tidak butuh mengingat semua secara keseluruhan.</p>
<h3>7. Coba Hal-Hal Baru</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Coba-Hal-Hal-Baru.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3236" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Coba-Hal-Hal-Baru.jpg" alt="Coba Hal-Hal Baru" width="750" height="563" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Coba-Hal-Hal-Baru.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Coba-Hal-Hal-Baru-599x450.jpg 599w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Mencoba melakukan hal-hal baru juga dapat menjadi cara meningkatkan daya ingat dalam psikologi, bisa dilakukan dengan mudah. Seperti mencari rute baru untuk pergi ke kantor, melakukan traveling ke tempat baru atau mencari rumus baru untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.</p>
<p>Dengan mencoba berbagai hal baru tersebut, otak akan terus bekerja dengan baik dan tidak monoton untuk mengingat informasi yang itu-itu saja.</p>
<h3>8. Sosialisasi Lebih Luas</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Sosialisasi-Lebih-Luas.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3244" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Sosialisasi-Lebih-Luas.jpg" alt="Sosialisasi Lebih Luas" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Kalau selama ini Anda cenderung tertutup dan tidak suka bersosialisasi, cobalah untuk membuka diri dan berkomunikasi dengan lebih banyak orang. Sehingga bisa menambah wawasan, informasi baru untuk diingat.</p>
<p>Sosialisasi juga akan membantu seseorang untuk lebih terbuka dalam berpikir. Apalagi kalau bisa bertemu orang dengan berbagai pengalaman dan cerita hebat untuk diingat dan coba diterapkan untuk diri sendiri.</p>
<h3>9. Informasi Visualisasi</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Informasi-Visualisasi.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3237" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Informasi-Visualisasi.jpg" alt="Informasi Visualisasi" width="750" height="430" /></a></p>
<p>Mengingat informasi dengan menambahkan visualisasi akan membantu mengingat sesuatu jangka panjang. Jadi setiap melihat sebuah gambar Anda akan cepat mengingat informasi apa yang pernah didapat dari gambar tersebut.</p>
<p>Cara ini akan membantu memaksimalkan daya ingat selain dikombinasi dengan makanan penambah daya ingat seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.</p>
<h3>10. Sarapan Telur</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Sarapan-Telur.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3242" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Sarapan-Telur.jpg" alt="Sarapan Telur" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Sarapan-Telur.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Sarapan-Telur-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Kenapa telur? Alasan utamanya adalah karena telur memiliki protein dan zat penting yang akan membantu memaksimalkan fungsi sel saraf. Kerusakan saraf juga bisa diminimalisir, alhasil Anda bisa ingat banyak hal tanpa mudah lupa.</p>
<h3>11. Stop Multitasking</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Stop-Multitasking.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3245" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Stop-Multitasking.jpg" alt="Stop Multitasking" width="750" height="423" /></a></p>
<p>Orang yang terbiasa <em>multitasking</em> memang hebat, tapi ternyata kemampuan itu justru membuat kinerja otak cepat menurun. Akibat banyak hal yang dilakukan dalam satu waktu, yang membuat otak bekerja lebih keras dari kondisi normalnya.</p>
<h3>12. Biasakan Menulis dan Mencatat</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Biasakan-Menulis-dan-Mencatat.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3235" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Biasakan-Menulis-dan-Mencatat.jpg" alt="Biasakan Menulis dan Mencatat" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Kalau Anda mau meminimalisir lupa, bisa juga dengan membiasakan menulis dan mencatat informasi apapun yang didapat. Jadi, ketik lupa maka catatan tersebut dapat membuat Anda mengingatnya kembali.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Masalah daya ingat sangat sensitif, jangan sampai Anda suka lupa padahal usia masih muda. Lakukanlah 12 cara meningkatkan daya ingat dalam psikologi diatas secara rutin, supaya fungsi otak tetap maksimal meskipun usia sudah memasuki kategori tua nanti</p>
<p>Mulailah dari sekarang untuk melakukan berbagai cara di atas dengan rutin, kemudian lihat hasilnya untuk daya ingat lebih baik untuk jangka panjang.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/cara-mengontrol-emosi-menurut-psikologi/">Ca<span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;cara mengontrol emosi menurut psikologi&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:7041,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;10&quot;:2,&quot;11&quot;:0,&quot;12&quot;:0,&quot;14&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0},&quot;15&quot;:&quot;Arial, sans-serif&quot;}">ra Mengontrol Emosi Menurut Psikologi</span></a></strong></p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/cara-meningkatkan-daya-ingat-dalam-psikologi/">12 Cara Meningkatkan Daya Ingat dalam Psikologi</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/cara-meningkatkan-daya-ingat-dalam-psikologi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Perbedaan Psikolog dengan Psikiater, Jangan Sampai Salah!</title>
		<link>https://dimenpsi.com/beda-psikolog-dengan-psikiater/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/beda-psikolog-dengan-psikiater/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Penulis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Oct 2023 14:12:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Psikologi Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikiater]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=2661</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="563" height="450" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Beda-Psikolog-Dengan-Psikiater-563x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Beda Psikolog Dengan Psikiater" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Beda-Psikolog-Dengan-Psikiater-563x450.jpg 563w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Beda-Psikolog-Dengan-Psikiater-768x614.jpg 768w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Beda-Psikolog-Dengan-Psikiater.jpg 800w" sizes="auto, (max-width: 563px) 100vw, 563px" /></p>
<p>Sama-sama menangani dan bergerak di bidang kesehatan mental, profesi psikolog dan psikiater adalah dua profesi...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/beda-psikolog-dengan-psikiater/">Ini Perbedaan Psikolog dengan Psikiater, Jangan Sampai Salah!</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="563" height="450" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Beda-Psikolog-Dengan-Psikiater-563x450.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Beda Psikolog Dengan Psikiater" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Beda-Psikolog-Dengan-Psikiater-563x450.jpg 563w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Beda-Psikolog-Dengan-Psikiater-768x614.jpg 768w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Beda-Psikolog-Dengan-Psikiater.jpg 800w" sizes="auto, (max-width: 563px) 100vw, 563px" /></p><p>Sama-sama menangani dan bergerak di bidang kesehatan mental, profesi psikolog dan psikiater adalah dua profesi berbeda. Namun sayangnya, masih banyak yang belum memahami secara pasti. Lantas, beda psikolog dengan psikiater apa? Lebih baik ke psikolog atau psikiater?</p>
<p>Adanya pemahaman mengenai konsep psikolog dan psikiater ini mungkin menjadi penyebab masih banyak orang yang takut untuk meminta pertolongan mengenai kesehatan mental yang sedang terganggu. Sebab stigma masyarakat selalu mengaitkan kesehatan mental dengan gangguan jiwa.</p>
<p>Padahal, tidak semua kesehatan mental yang terganggu termasuk dalam gangguan jiwa. Bahkan tidak sedikit juga gangguan kesehatan mental yang dapat disembuhkan dengan rutin berkonsultasi, terapi, hingga minum obat.</p>
<h2>Apa itu Psikolog?</h2>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-itu-Psikolog.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3132" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-itu-Psikolog.jpg" alt="Apa itu Psikolog?" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-itu-Psikolog.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-itu-Psikolog-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Psikolog adalah orang yang dulunya pernah mengenyam pendidikan secara formal di bidang psikologi. Kemudian melanjutkan ke program profesi untuk belajar dan mengetahui bagaimana praktik kerja seorang psikolog.</p>
<p>Dalam profesi ini, psikolog bertugas untuk menangani kasus-kasus kejiwaan, melakukan psikoterapi, hingga mendiagnosis gejala psikologis yang dialami oleh pasien. Lain daripada itu, psikolog juga kompeten untuk melakukan tes-tes psikologi.</p>
<p>Mulai dari tes minat bakat, kepribadian, <em>Intelligence Quotient</em> (IQ), dan lain sebagainya yang sering Anda temui di sekolah-sekolah pada umumnya. Meskipun begitu, tugas seorang psikolog hanya sampai tahap interaksi dengan pasien, sehingga mereka tidak bisa meresepkan obat-obatan.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/lebih-baik-ke-psikolog-atau-psikiater/">Lebih Baik ke Psikolog atau Psikiater</a></strong></p>
<h2>Apa itu Psikiater?</h2>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-itu-Psikiater.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3131" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-itu-Psikiater.jpg" alt="Apa itu Psikiater?" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Sementara psikiater memiliki pendekatan medis. Oleh karena itu, mereka kompeten menangani kesehatan mental dan gangguan jiwa. Pun seorang psikiater, juga mengerti tentang anatomi otak, proses psikologis, dan hal-hal yang berhubungan dengan mental.</p>
<p>Itulah mengapa, seorang psikiater bisa meresepkan obat-obatan untuk pasiennya. Di samping itu, mereka juga kompeten dan mampu untuk merancang serta mengawasi rencana pengobatan sesuai dengan keadaan yang dialami oleh pasien.</p>
<h2>Beda Psikolog dengan Psikiater</h2>
<p>Dari definisi tersebut, secara tidak langsung dua profesi ini sudah bisa dilihat perbedaannya. Lebih lanjut, perbedaan itu akan dijelaskan dalam beberapa poin berikut ini. Dengan begitu, Anda bisa memiliki wawasan dan bisa memutuskan untuk lebih baik ke psikolog atau psikiater.</p>
<h3>1. Latar Belakang Pendidikan</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Latar-Belakang-Pendidikan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3136" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Latar-Belakang-Pendidikan.jpg" alt="Latar Belakang Pendidikan" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Latar-Belakang-Pendidikan.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Latar-Belakang-Pendidikan-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Perbedaan pertama antara psikolog dan psikiater ini adalah latar belakang pendidikannya. Profesi psikolog, bisa ditembus dengan kuliah di jurusan Psikologi untuk mendapatkan gelar sarjana. Setelah itu, bisa diteruskan ke program profesi untuk memahami bagaimana praktik profesinya.</p>
<p>Sementara untuk bisa mendapatkan profesi psikiater, jenjang waktu yang dibutuhkan lebih panjang. Pertama, Anda harus mengambil kuliah di jurusan kedokteran untuk mendapatkan gelar sarjana atau dokter umum. Kemudian, baru bisa mengambil residensi untuk pelatihan selama empat tahun.</p>
<p>Adapun bidang yang diambil untuk profesi psikiater adalah psikiatri. Nantinya setelah lulus, gelar yang akan didapatkan adalah SP.Kj atau Spesialis Kesehatan Jiwa. Itulah mengapa psikiater boleh dan mampu meresepkan obat-obatan, karena mereka pernah menapaki jenjang kedokteran.</p>
<h3>2. Praktik</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Praktik.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3138" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Praktik.jpg" alt="Praktik" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Beda psikolog dengan psikiater lainnya adalah pada ruang lingkup praktiknya. Umumnya, ruang lingkup praktik atau tempat praktik psikolog lebih kecil dibandingkan psikiater. Sebab kebanyakan mereka yang memiliki profesi sebagai psikolog, membuka praktik mandiri seperti di klinik swasta.</p>
<p>Lain hal dengan psikolog, seorang psikiater bisa bekerja di rumah sakit, seperti halnya rumah sakit jiwa atau rumah sakit lain yang menerima pasien dengan gangguan kesehatan mental. Dalam rumah sakit tersebut, tidak hanya psikiater saja yang berperan untuk menangani pasien.</p>
<p>Namun psikiater juga memerlukan bantuan dokter-dokter lainnya untuk menangani pasien sesuai dengan kebutuhan pasien tersebut. Mengingat gangguan mental seseorang juga bisa mempengaruhi kesehatan badan setiap pasien.</p>
<h3>3. Diagnosis</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Diagnosis.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3134" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Diagnosis.jpg" alt="Diagnosis" width="750" height="411" /></a></p>
<p>Pun dalam hal diagnosis, keduanya sudah tentu berbeda. Seorang psikolog mendiagnosa dengan cara mengamati kepribadiannya cara bicara, pola perilaku, hingga kebiasaan pasien yang dirunutnya dalam cerita-cerita yang disampaikan oleh pasien.</p>
<p>Sementara psikiater, mendiagnosis berdasarkan proses anamnesis yang juga dilakukan dengan wawancara. Cara diagnosis ini bertujuan untuk mengevaluasi pasien baik dari segi mental, spiritual dan fisik. Hal tersebut tentu tidak hanya didapatkan melalui pendekatan secara intens dengan pasien.</p>
<p>Namun juga didapatkan dengan melihat apakah ada pengaruh terhadap kerja otak dari semua hal yang disampaikan oleh pasien. Pun juga apakah ada gangguan sistem saraf yang dialami. Dengan begitu, nantinya bisa diputuskan apakah pasien perlu melakukan pemeriksaan lanjutan atau tidak.</p>
<h3>4. Perawatan dan Pemberian Obat</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perawatan-dan-Pemberian-Obat.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3137" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perawatan-dan-Pemberian-Obat.jpg" alt="Perawatan dan Pemberian Obat" width="750" height="469" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perawatan-dan-Pemberian-Obat.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Perawatan-dan-Pemberian-Obat-720x450.jpg 720w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Perbedaan psikolog dan psikiater juga ditunjukkan dari cara perawatan dan pemberian obat. Seorang psikolog, cenderung memberikan perawatan melalui terapi psikologis atau psikoterapi. Untuk menunjang kesembuhan pasien, psikolog tidak berwenang memberikan resep obat.</p>
<p>Berbeda dari psikolog, seorang psikiater memberikan perawatan melalui pendekatan dengan pasien dan juga dari segi medis, seperti halnya melihat struktur otak, sistem saraf, dan lain sebagainya. Mengingat, psikiater mampu membaca pasien seperti halnya dokter.</p>
<p>Oleh karena itu, profesi ini mampu memberikan obat atau resep obat kepada pasiennya. Bahkan hal ini menjadi wajib jika memang pasien yang bersangkutan memerlukan obat guna menunjang kesembuhannya.</p>
<h3>5. Cara Terapi</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Terapi.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3133" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Terapi.jpg" alt="Cara Terapi" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Terapi.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Cara-Terapi-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Meskipun begitu, bukan berarti profesi ini berjalan sendiri-sendiri dan saling berkompetisi. Namun keduanya berjalan beriringan dan saling berkolaborasi untuk mencegah gangguan mental seseorang dan melakukan penanganan semaksimal mungkin kepada pasien.</p>
<p>Cara terapi seorang psikolog biasanya dilakukan dengan konseling psikososial. Waktu terapinya bervariasi. Namun secara umum, terapi ini dilakukan setiap minggu. Jadi, pasien dan psikolog harus bertemu pada jadwal yang telah ditentukan untuk menuntaskan permasalahan yang sedang dialami.</p>
<p>Pun seorang psikiater tidak berbeda jauh dengan psikolog. Ia juga akan bertemu dan melakukan terapi dengan pasiennya dalam kurun waktu mingguan atau bulanan. Tergantung permasalahan pasien. Terapi ini diwujudkan melalui psikoterapi atau psikofarmakologi oleh seorang psikiater.</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Sudah paham perbedaan keduanya? Meskipun bergelut di bidang yang sama, tetapi kedua profesi itu memiliki beberapa perbedaan. Beda psikolog dengan psikiater adalah latar belakang pendidikannya, praktik, diagnosis, perawatan dan pemberian obat, hingga cara terapi.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/perlukah-ke-psikolog/">Perlukah ke Psikolog?</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/beda-psikolog-dengan-psikiater/">Ini Perbedaan Psikolog dengan Psikiater, Jangan Sampai Salah!</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/beda-psikolog-dengan-psikiater/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Ilmu Psikologi: Dasar-dasar yang Harus Kamu Ketahui</title>
		<link>https://dimenpsi.com/belajar-ilmu-psikologi/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/belajar-ilmu-psikologi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Penulis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Oct 2023 11:18:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Psikologi Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Dasar Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=2578</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="750" height="393" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Belajar-Ilmu-Psikologi-Dasar-dasar-yang-Harus-Kamu-Ketahui.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Belajar Ilmu Psikologi- Dasar-dasar yang Harus Kamu Ketahui" decoding="async" loading="lazy" /></p>
<p>Bagi Anda yang saat ini tengah mempersiapkan diri untuk masuk ke Perguruan Tinggi dengan jurusan...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/belajar-ilmu-psikologi/">Belajar Ilmu Psikologi: Dasar-dasar yang Harus Kamu Ketahui</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="750" height="393" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Belajar-Ilmu-Psikologi-Dasar-dasar-yang-Harus-Kamu-Ketahui.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Belajar Ilmu Psikologi- Dasar-dasar yang Harus Kamu Ketahui" decoding="async" loading="lazy" /></p><p>Bagi Anda yang saat ini tengah mempersiapkan diri untuk masuk ke Perguruan Tinggi dengan jurusan Psikologi. Atau tertarik belajar ilmu psikologi, sebaiknya sudah memahami apa saja konsep dasar yang ada di dalam ilmu psikologi.</p>
<p>Selama ini mungkin banyak yang beranggapan bahwa ilmu psikologi berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam membaca pikiran dan karakter orang lain. Padahal untuk mengetahui karakter dan kepribadian seseorang diperlukan metode tertentu yang sifatnya ilmiah.</p>
<h2>Dasar-Dasar yang Harus Diketahui Sebelum Belajar Ilmu Psikologi</h2>
<p>Dalam mempelajari ilmu psikologi, Anda perlu memahami berbagai macam hal yang berkaitan dengan ilmu tersebut. Mulai dari definisi ilmu psikologi, sejarah perkembangannya, manfaat mempelajari ilmu psikologi, objek psikologi dan lain-lain. Untuk pembahasan lengkapnya bisa disimak di bawah ini.</p>
<h3>1. Definisi Ilmu Psikologi</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Definisi-Ilmu-Psikologi.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2580" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Definisi-Ilmu-Psikologi.jpg" alt="Definisi Ilmu Psikologi" width="750" height="422" /></a></p>
<p>Anda pasti sudah sering atau minimal pernah mendengar istilah psikologi dalam kehidupan sehari-hari. Secara etimologi, psikologi merupakan gabungan antara kata <em>psyche</em> yang dalam Bahasa Yunani berarti jiwa, budi atau nafas, dan <em>logos</em> yang artinya adalah ilmu.</p>
<p>Melalui paduan kata tersebut, maka psikologi diartikan sebagai ilmu tentang jiwa. Sementara jika didefinisikan, ilmu psikologi merupakan sebuah ilmu yang digunakan untuk mempelajari perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Di dalam pengertian tersebut ada tujuan yang hendak dicapai, yaitu untuk memahami bagaimana seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak. Dalam ilmu psikologi, kebenaran sifatnya relatif. Karena semua akan dikembalikan pada individu masing-masing.</p>
<p>Sementara menurut Watson, psikologi diartikan sebagai sebuah ilmu yang mempelajari kehidupan mental serta sebagian perilaku organisme.</p>
<h3>2. Sejarah Ilmu Psikologi</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Sejarah-Ilmu-Psikologi.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2584" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Sejarah-Ilmu-Psikologi.jpg" alt="Sejarah Ilmu Psikologi" width="750" height="469" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Sejarah-Ilmu-Psikologi.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Sejarah-Ilmu-Psikologi-720x450.jpg 720w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Sebelum belajar ilmu psikologi dasar, Anda perlu mengetahui bagaimana sejarah dan perkembangan ilmu tersebut. Konsep psikologi sudah dikenal pada masa Yunani Kuno dan berakar pada ajaran ilmu filsafat, seperti yang dikemukakan Aristoteles sebagai ilmu jiwa.</p>
<p>Dalam hal ini sejarah ilmu psikologi terbagi kedalam 3 masa. Yang pertama adalah psikologi pra-sistematik, yang kedua psikologi sistematik dan yang ketiga psikologi ilmiah.</p>
<h4>a. Psikologi Pra Sistematik</h4>
<p>Pada masa ini psikologi masih sebatas perenungan yang dilakukan manusia terkait keberadaannya. Dengan sifat perenungan yang tidak teratur, pemikiran ini sering dikaitkan dengan agama dan mitologi.</p>
<h4>b. Psikologi Sistematik</h4>
<p>Psikologi pada masa ini ditandai dengan pemikiran atau perenungan yang sifatnya sudah teratur dan rasional. Melalui pemikiran-pemikiran yang disampaikan Plato, psikologi sistematik mulai mengalami perkembangan pada tahun 400 SM.</p>
<h4>c. Psikologi Ilmiah</h4>
<p>Pada akhir abad ke-19 psikologi sudah berkembang menjadi ilmu yang memiliki definisi jelas serta menyampaikan berbagai macam kesimpulan yang sifatnya faktual dan ilmiah.</p>
<p>Perkembangan ilmu psikologi sendiri sejalan dengan konsep pemikiran dan intelektual yang berkembang di Eropa. Meski demikian, bentuk pragmatis dari ilmu psikologi di dapatkan di benua Amerika.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/psikologi-klinis/">Psikologi Klinis</a></strong></p>
<h3>3. Fungsi Psikologi</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Fungsi-Psikologi.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2581" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Fungsi-Psikologi.jpg" alt="Fungsi Psikologi" width="750" height="331" /></a></p>
<p>Untuk memudahkan dalam belajar ilmu psikologi sederhana, ada baiknya Anda memahami dulu tentang fungsi ilmu psikologi tersebut. Perlu diketahui bahwa ilmu psikologi memiliki tiga fungsi utama seperti berikut:</p>
<h4>a. Menjelaskan</h4>
<p>Fungsi yang pertama adalah menjelaskan tentang apa dan bagaimana sebuah perilaku terjadi serta apa yang menjadi penyebabnya. Dengan demikian maka penjelasan yang dihasilkan nantinya akan bersifat deskriptif.</p>
<h4>b. Memprediksi</h4>
<p>Fungsi yang kedua adalah memprediksi tentang apa dan bagaimana serta mengapa sebuah perilaku bisa terjadi. Prediksi yang dihasilkan nantinya akan berupa prognosa atau estimasi.</p>
<h4>c. Pengendalian</h4>
<p>Fungsi yang ketiga adalah melakukan pengendalian perilaku sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam hal ini wujudnya bisa berupa tindakan preventif, intervensi atau bisa pula disertai dengan rehabilitasi.</p>
<h2>Manfaat Belajar Ilmu Psikologi</h2>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Manfaat-Belajar-Ilmu-Psikologi.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2582" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Manfaat-Belajar-Ilmu-Psikologi.jpg" alt="Manfaat Belajar Ilmu Psikologi" width="750" height="375" /></a></p>
<p>Tentunya ada banyak manfaat yang bisa didapatkan jika Anda mempelajari ilmu psikologi. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan dibahas secara lengkap apa saja manfaat mempelajari ilmu psikologi dalam kehidupan.</p>
<h3>1. Membantu Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi</h3>
<p>Dengan mempelajari ilmu psikologi Anda akan lebih mudah dalam memahami tindakan maupun pemikiran orang lain. Kondisi tersebut cukup efektif untuk membantu meningkatkan kemampuan berkomunikasi, sehingga bisa terjalin komunikasi yang baik.</p>
<h3>2. Membantu Untuk Lebih Mengenal Diri Sendiri</h3>
<p>Apakah Anda sudah mengenal diri sendiri dengan baik? Jangan-jangan masih ada sisi dari diri Anda yang masih belum dikenal dengan baik, seperti kelebihan dan kekurangan yang ada di dalam diri.</p>
<p>Belajar dari ilmu psikologi akan membantu Anda lebih memahami dan mengenal diri sendiri. Kondisi tersebut akan memberikan pengaruh positif pada kepribadian Anda karena bisa lebih bersyukur dan menjadi pribadi yang semakin baik.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/lebih-baik-ke-psikolog-atau-psikiater/">Beda Psikolog dan Psikiater</a></strong></p>
<h3>3. Bisa Belajar Mengelola Emosi dan Stress dengan Baik</h3>
<p>Dengan belajar ilmu psikologi, Anda akan diajak untuk mengelola emosi dan stress dengan cara yang paling efektif. Seperti yang diketahui, kondisi emosi yang labil dan tingkat stress yang tinggi akan memberikan dampak negatif pada kesehatan mental seseorang.</p>
<p>Namun dengan pengelolaan emosi dan stress yang efektif, keduanya bisa disinergikan dan disalurkan dalam bentuk positif. Karena pada dasarnya setiap manusia tidak luput dari tekanan dan stress, namun dengan pengelolaan yang benar, kondisi tersebut bisa diatasi.</p>
<h3>4. Bisa Digunakan untuk Membantu Orang Lain</h3>
<p>Belajar tentang ilmu psikologi akan membuat Anda lebih peduli dengan orang lain karena bisa ikut merasakan apa yang sedang dialami orang tersebut. Dengan empati dan bekal ilmu psikologi yang dimiliki, maka Anda bisa memberikan dukungan kepada orang lain.</p>
<p>Ketika ada teman yang kebetulan sedang memiliki masalah, maka hal itu akan membuat Anda terdorong untuk membantu. Dari mendengarkan keluh kesahnya, hingga memberikan dukungan dan saran untuk meringankan beban yang dialami.</p>
<p>Dalam hal ini Anda bisa memandang permasalahan dari berbagai sudut pandang sehingga nantinya bisa memberikan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi.</p>
<h3>5. Membantu dalam Meningkatkan Kemampuan Mengingat</h3>
<p>Dalam ilmu psikologi ada banyak materi yang bisa dipelajari, salah satunya adalah metode untuk meningkatkan kemampuan mengingat secara efektif. Jika Anda menerapkan metode tersebut, maka hal itu akan membantu meningkatkan kemampuan mengingat yang dimiliki.</p>
<h2>Objek Psikologi</h2>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Objek-Psikologi-1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2583" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Objek-Psikologi-1.jpg" alt="Objek Psikologi" width="750" height="505" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Objek-Psikologi-1.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Objek-Psikologi-1-200x135.jpg 200w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/08/Objek-Psikologi-1-668x450.jpg 668w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Dasar-dasar yang perlu dipahami ketika belajar ilmu psikologi selanjutnya berkaitan dengan objek psikologi. Yang menjadi objek dari ilmu psikologi adalah gejala yang bisa memicu munculnya perilaku tertentu.</p>
<p>Ada beberapa klasifikasi pada objek psikologi, yaitu berupa gejala kognitif yang meliputi ingatan, kecerdasan, pengamatan, tanggapan, fantasi, berpikir serta asosiasi. Objek lainnya berupa gejala afektif yang dibedakan menjadi 2, yaitu perasaan jasmani dan perasaan rohani.</p>
<p>Objek berikutnya berupa gejala psikomotor atau gejala kehendak yang terdiri dari beberapa sub seperti pada motif. Terakhir adalah gejala campuran yang terdiri dari kecerdasan emosional, perhatian atau atensi, sugesti serta kelelahan.</p>
<p>Selain objek psikologi, Anda juga perlu mengenal beberapa kajian ilmu psikologi yang terdiri dari beberapa jenis kajian. Diantaranya adalah psikologi perkembangan, psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi klinis, psikologi industri, psikologi kognitif serta psikologi kepribadian.</p>
<p>Belajar ilmu psikologi bisa dilakukan siapa saja, baik melalui jalur pendidikan resmi di perguruan tinggi maupun belajar psikologi otodidak dari berbagai macam sumber bacaan dan literasi. Dengan demikian Anda bisa menerapkannya untuk mengelola emosi dan stress melalui cara yang positif dan efektif.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/ilmu-psikologi-dasar/">Ilmu Psikologi Dasar</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/belajar-ilmu-psikologi/">Belajar Ilmu Psikologi: Dasar-dasar yang Harus Kamu Ketahui</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/belajar-ilmu-psikologi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
