<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Novi Kurniasih - Content Writer di DIMENPSI</title>
	<atom:link href="https://dimenpsi.com/author/novi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dimenpsi.com/author/novi/</link>
	<description>Dimensi Psikologi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 May 2023 17:44:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/cropped-Pavicon-DimenPSI.com_-32x32.png</url>
	<title>Novi Kurniasih - Content Writer di DIMENPSI</title>
	<link>https://dimenpsi.com/author/novi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kepribadian Introvert : Ciri-Ciri, Kelebihan dan Kekurangan</title>
		<link>https://dimenpsi.com/kepribadian-introvert-ciri-ciri-kelebihan-dan-kekurangan/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/kepribadian-introvert-ciri-ciri-kelebihan-dan-kekurangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Novi Kurniasih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 May 2023 17:44:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kepribadian Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Mental Health]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=1927</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="622" height="350" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/05/Kepribadian-Introvert-_-Ciri-Ciri-Kelebihan-dan-Kekurangan.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Kepribadian Introvert _ Ciri-Ciri, Kelebihan dan Kekurangan" decoding="async" fetchpriority="high" /></p>
<p>Kepribadian pada setiap orang berbeda-beda, yakni ekstrovert, ambivert, dan introvert. Diantara ketiga kepribadian yang disebut,...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/kepribadian-introvert-ciri-ciri-kelebihan-dan-kekurangan/">Kepribadian Introvert : Ciri-Ciri, Kelebihan dan Kekurangan</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="622" height="350" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/05/Kepribadian-Introvert-_-Ciri-Ciri-Kelebihan-dan-Kekurangan.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Kepribadian Introvert _ Ciri-Ciri, Kelebihan dan Kekurangan" decoding="async" /></p>
<p>Kepribadian pada setiap orang berbeda-beda, yakni ekstrovert, ambivert, dan introvert. Diantara ketiga kepribadian yang disebut, kepribadian Introvert dianggap sebagai kepribadian yang unik.</p>



<p>Menariknya, dibandingkan dengan ekstrovert maupun ambivert, sekarang ini kepribadian Introvert lebih banyak dialami oleh kalangan muda yang terpengaruh oleh banyak faktor.</p>



<p>Lantas, apakah ada ciri yang bisa dilihat dari kepribadian ini? Dan apa saja kelebihan juga kekurangan yang dapat dilihat dari orang yang memiliki kepribadian yang satu ini? Untuk tahu jawabannya, simak terus artikelnya sampai akhir ya!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Introvert</h2>



<p>Pengertian dari introvert sendiri adalah salah satu kepribadian yang dimiliki oleh seseorang. Yang mana pada kepribadian ini ditandai dengan kondisi internal atau fokus yang ada di dalam dirinya saja.</p>



<p>Dengan kata lain mereka merasa lebih nyaman dengan pikiran atau ide yang ada di dalam batin mereka sendiri daripada dengan apa yang terjadi secara eksternal. Mereka lebih nyaman dan menikmati waktu mereka sendirian, atau bersama satu atau dua orang teman saja dibandingkan harus berkelompok besar.</p>



<p>Dibandingkan dengan ekstrovert yang tampak lebih ceria dan friendly, introvert jauh lebih pendiam bahkan cenderung pemalu. Meski demikian tidak semua orang yang memiliki kepribadian ini tidak semuanya menampakkan sikap tersebut, karena faktanya ada beberapa jenis kepribadian introvert.</p>



<p>Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ciri-ciri dari introvert yang wajib untuk kamu simak supaya tidak salah penafsiran!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ciri-ciri Kepribadian Introvert</h2>



<h3 class="wp-block-heading" id="E89">1. Energinya banyak terkuras setelah berkumpul dengan banyak orang</h3>



<p id="E91">Berbeda dengan ekstrovert yang energi akan semakin meningkat setelah berkumpul atau bertemu dengan banyak orang. Pribadi yang introvert justru akan kehilangan energinya bila berkumpul atau bertemu dengan banyak orang. Untuk mengisi kembali energinya yang sudah terkuras habis, mereka lebih memilih untuk menyendiri dan menikmati waktunya sendiri dengan aktivitas yang mereka sukai.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="E93">2. Lebih senang menyendiri</h3>



<p id="E95">Orang yang memiliki kepribadian ini sering sekali dianggap sebagai orang yang antisosial. Padahal, waktu sendiri yang dimiliki oleh introvert menjadi sesuatu hal yang sangat penting. Dimana mereka tidak hanya bisa menghasilkan karya dengan kesendiriannya, tetapi mereka juga sambil mengisi kembali energi yang sudah terkuras saat berkumpul dengan banyak orang.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="E97">3. Mempunyai sedikit teman yang berkualitas</h3>



<p id="E99">Teman yang dimiliki oleh seorang introvert tidak seperti seorang ekstrovert yang banyak dan ada dimana-mana. Teman yang dimiliki introvert bisa dihitung dengan jari, tidak lebih dari 3 orang. Meskipun sedikit teman yang dimiliki introvert berkualitas dan satu frekuensi dengan di pemilik kepribadian ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="E101">4. Sangat mudah terdistraksi</h3>



<p id="E103">Ciri lain dari seorang introvert adalah mudah sekali terdistraksi dengan lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu sangat penting bagi seorang introvert untuk berada di ruangan yang sepi dan tenang, dengan begitu mereka dapat kembali fokus dan konsentrasi mengerjakan tugas sampai selesai.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="E105">5. Lebih senang observasi</h3>



<p id="E107">Dibandingkan dengan ekstrovert yang lebih senang praktek, introvert lebih memilih untuk melakukan observasi lebih lanjut sebelum mempraktekkannya secara langsung. Mereka tidak</p>



<p>akan sungkan untuk menghabiskan banyak waktu hanya untuk melakukan observasi sampai akhirnya yakin untuk praktek.</p>



<p class="has-text-align-center"><strong>Baca Juga</strong>: <strong><a href="https://dimenpsi.com/16-tipe-kepribadian-manusia-yang-perlu-kamu-tahu/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">16 Tipe Kepribadian Manusia yang Wajib Kamu Ketahui</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Kelebihan Introvert</h2>



<h3 class="wp-block-heading" id="E119">1. Perhatian</h3>



<p id="E122">Orang introvert akan sangat menyadari dirinya sendiri dan bisa menjadi seorang pendengar yang baik. Dengan begitu mereka dapat menghasilkan hubungan jangka panjang yang baik serta berkualitas.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="E124">2. Keterampilan observasi kuat</h3>



<p id="E126">Introvert adalah sosok yang lebih senang untuk menghabiskan banyak waktu hanya untuk mengamati sekitarnya, dengan begitu mereka bisa memahami orang lain dengan lebih baik.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="E128">3. Kurang impulsif</h3>



<p id="E130">Tidak seperti ekstrovert yang lebih banyak bicara, introvert menjadi pribadi yang lebih banyak berpikir sebelum berbicara. Alasannya sangat simpel banget, mereka hanya tidak mau keceplosan mengatakan sesuatu yang menyakitkan atau buruk kepada orang lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kekurangan Introvert</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/05/Introvert-People-630x380.jpg" alt="Introvert People" class="wp-image-1963" width="473" height="285"/></figure>
</div>


<h3 class="wp-block-heading" id="E140">1. Canggung dalam lingkungan sosial</h3>



<p id="E142">Kekurangan yang dimiliki oleh introvert adalah mereka cenderung merasa canggung ketika berinteraksi dengan banyak orang.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="E144">2. Orang lain salah menilai</h3>



<p id="E146">Orang dengan tipe kepribadian ini sering sekali dikira sebagai sosok yang cuek, pemalu, kurang ramah, bahkan sombong.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="E148">3. Sulit mengelola emosi</h3>



<p id="E150">Kepribadian ini untuk masalah emosi sangat berbeda dengan ekstrovert, mereka lebih memilih untuk memendam perasaan negatif. Kalau dibiarkan, kondisi tersebut bisa membuat mereka stress bahkan depresi.</p>



<p id="E152">Itu dia kelebihan dan kekurangan yang ada pada orang dengan kepribadian ini, meski demikian ada satu hal yang harus kamu pahami. Bahwa introvert pada dasarnya bukanlah suatu gangguan mental yang harus diberikan perhatian khusus. Jadi, kalaupun kamu memang ternyata mempunyai kepribadian ini sebaiknya kamu tidak perlu khawatir atau berusaha keras untuk merubah diri.</p>



<p id="E154">Karena bila sampai kamu memikirkan hal tersebut hanya untuk mendapatkan perhatian banyak orang dan dianggap oleh lingkungan. Hal tersebut hanya akan membuat kamu tidak akan nyaman dengan diri kamu sendiri.</p>



<p id="E156">Masih ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menjadi orang yang dikenal dan dipahami oleh sekitar kamu. Yang kamu perlukan hanyalah menjadi diri sendiri, dan buktikan dengan prestasi yang kamu miliki meskipun kamu adalah seorang introvert. Karena tidak sedikit orang sukses yang berasal dari kepribadian<strong> </strong>introvert, contohnya adalah Albert Einstein dan Mahatma Gandhi.</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/kepribadian-introvert-ciri-ciri-kelebihan-dan-kekurangan/">Kepribadian Introvert : Ciri-Ciri, Kelebihan dan Kekurangan</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/kepribadian-introvert-ciri-ciri-kelebihan-dan-kekurangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengertian OCD &#8211; Gejala dan Faktor Risikonya</title>
		<link>https://dimenpsi.com/pengertian-ocd-gejala-dan-faktor-risikonya/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/pengertian-ocd-gejala-dan-faktor-risikonya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Novi Kurniasih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Apr 2023 05:35:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Mental Health]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=1916</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="622" height="350" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/04/Pengertian-OCD-dan-Gejala-gejalanya.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Pengertian OCD dan Gejala-gejalanya" decoding="async" loading="lazy" /></p>
<p>Perkembangan zaman yang semakin maju seperti sekarang ini sudah mempengaruhi banyak aspek kehidupan manusia. Bahkan...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/pengertian-ocd-gejala-dan-faktor-risikonya/">Pengertian OCD &#8211; Gejala dan Faktor Risikonya</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="622" height="350" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/04/Pengertian-OCD-dan-Gejala-gejalanya.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Pengertian OCD dan Gejala-gejalanya" decoding="async" loading="lazy" /></p>
<p id="E57">Perkembangan zaman yang semakin maju seperti sekarang ini sudah mempengaruhi banyak aspek kehidupan manusia. Bahkan tidak sedikit penyakit yang mulai terdeteksi sampai dengan detik ini, salah satunya adalah OCD. Lantas, apa pengertian<strong> OCD</strong> itu sendiri?</p>



<p id="E63">Selain itu, apa saja gejala-gejala yang bisa dilihat dari OCD tersebut dan apa saja faktor resikonya? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak terus ulasannya di bawah ini untuk menemukan jawabannya!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian OCD</h2>



<p id="E69">Perlu diketahui pengertian OCD adalah suatu bentuk masalah kesehatan pada mental seseorang sehingga membuat pengidapnya mempunyai pikiran dan dorongan yang tidak bisa dikontrol.</p>



<p id="E73"><strong><a href="https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/obsessive-compulsive-disorder-ocd/overview/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">OCD</a></strong> sendiri merupakan singkatan dari <em>Obsessive Compulsive Disorder</em>, yakni suatu perilaku dimana pengidap akan terus mengulang suatu kegiatan yang sifatnya obsesi bahkan cenderung kompulsif. Salah satu contoh dari perilaku kompulsif ini adalah seperti kebiasaan mencuci tangan berulang kali setelah menyentuh secara langsung benda yang menurutnya tidak bersih.</p>



<p id="E75">Pengidap yang mempunyai perilaku tersebut dianggap tidak mempunyai kemampuan untuk mengendalikannya. Walau pada dasarnya pengidap ingin menghentikan perilaku tersebut, namun ia tidak berdaya untuk menghentikannya. Itu artinya penyakit ini memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap berbagai aspek pada kehidupan pengidap.</p>



<p class="has-text-align-center"><strong>Baca Juga</strong>: <strong><a href="https://dimenpsi.com/pengertian-delusi/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Pengertian Delusi: Gejala, Jenis, Penyebab dan Cara Mengobati</a></strong></p>



<p id="E77"><strong>Lantas, apakah ada penyebab dari OCD?</strong></p>



<p id="E79">OCD juga merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang umum terjadi pada anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pada remaja dan orang dewasa. Menurut penelitian, masalah kesehatan mental OCD sebagian besar dialami oleh remaja usia 19 tahun dan rentan diidap oleh anak laki-laki. </p>



<p id="E79">Sampai dengan detik ini, penyebab OCD belum dapat diketahui secara pasti. Akan tetapi darihasil penelitian membuahkan beberapa teori yang menyebutkan hal-hal yang menjadi pemicunya, antara lain:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Biologi, OCD bisa saja terjadi akibat dari perubahan kimia alami pada tubuh atau pada fungsi otak.</li>



<li>Genetika, bisa jadi OCD memiliki komponen genetik yang sayangnya sampai saat ini gen spesifik tersebut belum dapat diidentifikasi.</li>



<li>Dipelajari, perilaku kompulsi dan rasa takut yang obsesif sebenarnya dapat dipelajari dari hasil pengamatan bahkan dipelajari dari waktu ke waktu. Pengidap bisa saja mengamati dan mempelajari perilaku tersebut dari anggota keluarganya tanpa disadari.</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading">Faktor Risiko OCD</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/04/annie-spratt-4BwcmbExs5c-unsplash.jpg" alt="Ilustrasi pengertian OCD, foto Unsplash" class="wp-image-1918" width="320" height="214" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/04/annie-spratt-4BwcmbExs5c-unsplash.jpg 640w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/04/annie-spratt-4BwcmbExs5c-unsplash-200x135.jpg 200w" sizes="auto, (max-width: 320px) 100vw, 320px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi pengertian OCD, foto Unsplash</figcaption></figure>
</div>


<p id="E105">Melihat dari pengertian<strong> </strong>OCD dan penyebabnya yang sudah dijabarkan di atas tadi, ternyata masih ada beberapa faktor yang mampu meningkatkan risiko munculnya OCD pada seseorang, seperti:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Riwayat keluarga</h3>



<p id="E113">Kesehatan mental ini bisa saja muncul karena sebelumnya sudah ada anggota keluarga yang memiliki riwayat gangguan OCB, atau dengan kata lain bisa terjadi karena pengaruh genetika.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Gangguan di otak</h3>



<p id="E119">Beberapa orang yang mengidap OCD mempunyai beberapa area dengan aktivitas minim di otaknya atau bisa juga disebabkan oleh rendahnya tingkat zat kimia (serotonin) di otak.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Pengalaman hidup</h3>



<p id="E125">Tidak hanya terjadi karena pengaruh genetika dan adanya gangguan di otak, tetapi OCD juga bisa terjadi pada pengidap yang mempunyai pengalaman hidup yang tidak menyenangkan. Pengalaman hidup yang kelam seperti dilecehkan, dibully (intimidasi), atau diabaikan oleh lingkungan. </p>



<p id="E125">Atau bisa juga setelah pengidap mengalami peristiwa yang penting dalam hidup mereka, misalnya seperti melahirkan atau berkabung.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Kepribadian</h3>



<p id="E131">Pengidap OCD juga rentan terjadi pada orang yang mempunyai kepribadian yang resik atau rapi, teliti, dan metodis dengan standar pribadi yang tinggi. Bahkan orang yang memiliki kecemasan atau mempunyai tanggung jawab yang kuat pada diri sendiri atau orang lain juga rentan risiko OCD.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. Lingkungan</h3>



<p id="E137">Faktor yang bisa jadi pengaruh paling besar dari munculnya OCD adalah faktor lingkungan. Dimana kondisi ini sangat rentan terjadi pada seseorang yang tinggal di lingkungan yang tidak kondusif pada perkembangan psikis masa kecil. </p>



<p id="E137">Contoh, seorang anak yang sering diintimidasi dan diremehkan karena kekurangan yang ia miliki, sehingga memicu perasaan anak tersebut untuk melakukannya dengan sempurna.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Gejala-gejala OCD</h2>



<p id="E143">Lalu, apakah ada gejala dari pengidap OCD yang dapat dilihat sejak dini? Jawabannya, tentu saja ada!</p>



<p id="E145">Hal tersebut bisa dilihat apabila pengidap menunjukkan gejala obsesi, kompulsi, atau keduanya. Dan gejala tersebut tidak bisa dianggap sepele, karena mampu memberikan pengaruh yang sangat besar pada aspek kehidupannya, mulai dari sekolah, pekerjaan, sampai pada hubungannya dengan orang lain.</p>



<p id="E147">Oleh sebab itu sangat disarankan tidak hanya mengetahui pengertian<strong> </strong>OCD<strong> </strong>dan penyebabnya saja. Tapi, kamu juga disarankan untuk mengetahui gejala pada pengidapnya. Termasuk dengan perilaku obsesi dan perilaku kompulsi yang merupakan gejala dari OCD.</p>



<p id="E151"><strong>Lantas, apa itu obsesi dan kompulsi?</strong></p>



<p id="E153">Dari pengertiannya, obsesi adalah bentuk dari pikiran yang selalu mengulang suatu kegiatan, dorongan yang memicu munculnya rasa cemas pada seseorang. Sedangkan kompulsi adalah perilaku dari seseorang yang dilakukan secara berulang-ulang.</p>



<p id="E155">Ada beberapa contoh dari perilaku kompulsi yang bisa kamu lihat, misalnya seperti mencuci tangan berulang-ulang dan berlebihan, mengatur sebuah benda dengan cara yang khusus dan tepat, atau mengecek sesuatu berulang kali hanya untuk memastikan sudah sesuai dengan pikirannya atau belum.</p>



<p id="E157">Gejala dari OCD ini bisa datang dan pergi begitu saja, bahkan bisa mereda seiring dengan berjalannya waktu atau bisa saja bertambah bila tidak segera ditangani oleh ahlinya. Untuk mengatasinya, ada banyak cara yang bisa kamu lakukan, salah satunya adalah berkonsultasi pada dokter yang khusus menangani masalah kesehatan mental.</p>



<p id="E159">Itu dia ulasan menarik terkait dengan pengertian OCD dan penyebab berikut dengan gejalanya. Semoga bermanfaat!</p>



<p id="E163"><br></p>



<p id="E171"><br></p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/pengertian-ocd-gejala-dan-faktor-risikonya/">Pengertian OCD &#8211; Gejala dan Faktor Risikonya</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/pengertian-ocd-gejala-dan-faktor-risikonya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>16 Tipe Kepribadian Manusia yang Perlu Kamu Tahu</title>
		<link>https://dimenpsi.com/16-tipe-kepribadian-manusia-yang-perlu-kamu-tahu/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/16-tipe-kepribadian-manusia-yang-perlu-kamu-tahu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Novi Kurniasih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Apr 2023 01:12:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dasar Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepribadian Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=1920</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="622" height="350" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/04/16-Tipe-Kepribadian-Manusia-yang-Perlu-Kamu-Tahu.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="16 Tipe Kepribadian Manusia yang Perlu Kamu Tahu" decoding="async" loading="lazy" /></p>
<p>Setiap orang yang ada di muka bumi ini memiliki tipe kepribadian manusia yang berbeda-beda. Bahkan...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/16-tipe-kepribadian-manusia-yang-perlu-kamu-tahu/">16 Tipe Kepribadian Manusia yang Perlu Kamu Tahu</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="622" height="350" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/04/16-Tipe-Kepribadian-Manusia-yang-Perlu-Kamu-Tahu.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="16 Tipe Kepribadian Manusia yang Perlu Kamu Tahu" decoding="async" loading="lazy" /></p>
<p>Setiap orang yang ada di muka bumi ini memiliki tipe kepribadian manusia yang berbeda-beda. Bahkan termasuk dengan manusia yang lahir dari rahim yang sama pun bisa memiliki kepribadian yang berbeda.</p>



<p>Apalagi ternyata ada 16 tipe kepribadian manusia yang dapat dideteksi melalui tes MBTI serta mampu membaginya dengan tepat sesuai dengan kepribadian pada manusia. </p>



<p>Lantas, tes MBTI itu sendiri apa? Dan apa saja tipe kepribadian yang dimaksud? Yuk, langsung saja simak ulasannya sampai akhir!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Tes MBTI </h2>



<p>Dikutip dari laman <em><strong><a href="https://themyersbriggs.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">The Myers Briggs Company</a></strong></em>, tes MBTI ini sendiri merupakan singkatan dari Myers-Briggs Type Indicator. Yakni tes yang dirancang khusus untuk mengetahui hal-hal penting yang ada pada manusia, mulai dari kepribadian, kekuatan, sampai dengan preferensi seseorang.</p>



<p>Isabel Myers dan sang ibu yakni Katherine Briggs adalah seorang psikolog yang berhasil merancang dan mengembangkan tes <strong><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Myers-Briggs_Type_Indicator" target="_blank" rel="noreferrer noopener">MBTI</a></strong> pada tahun 1940-an yang berdasarkan pada teori kepribadian Carl Jung.</p>



<p>Sampai dengan saat ini tes MBTI menjadi salah satu tes kepribadian yang sering dipakai oleh psikolog seluruh dunia untuk mengetahui kepribadian seseorang. Ada 4 skala yang berbeda untuk menjawab tes MBTI, yang diantaranya adalah:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Extraversion (E) &#8211; Introversion (I)</li>



<li>Sensing (S) &#8211; Intuition (N)</li>



<li>Thinking (T) &#8211; Feeling (F)</li>



<li>Judging (J) &#8211; Perceiving (P)</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">16 Tipe Kepribadian Manusia</h2>



<p id="E127">Setelah kamu melakukan tes, maka akan menghasilkan kombinasi huruf yang paling dominan dari skala yang didapatkan, yang diantaranya:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. ISTJ (Introverted, Sensing, Thinking, Judging)</h3>



<p id="E131">Yakni kepribadian yang pendiam namun serius, punya tekad yang gigih, bertanggung jawab dapat diandalkan, dan biasa dijuluki sebagai Si Perencana.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. ISTP (Introverted, Sensing, Thinking, Perceiving)</h3>



<p id="E135">Merupakan kepribadian yang sangat realistis, logis, spontan bahkan fokus dengan masa kini, orang dengan kepribadian ini kerap dijuluki sebagai Si Mekanik atau Si Pengrajin.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. ISFJ (Introverted, Sensing, Feeling, Judging)</h3>



<p id="E139">Kepribadian ISFJ ini menjadi salah satu tipe kepribadian yang sangat umum ditemukan. Yakni pribadi yang perhatian, hangat, dan memiliki aura positif serta mampu memberikan ketenangan di sekitarnya. Atau bisa juga disebut sebagai Si Pelindung.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. ISFP (Introverted, Sensing, Thinking, Perceiving)</h3>



<p id="E143">Orang dengan kepribadian ISFP dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, orangnya penuh dengan semangat dan sangat kreatif. Pribadi ISFP ini biasa dijuluki sebagai Si Seniman.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. INFJ (Introverted, Intuitive, Feeling, Judging)</h3>



<p id="E147">Pribadi INFJ ini lebih dikenal sebagai Sang Penasehat, karena memiliki tipe kepribadian yang paling langka. Yakni suportif, peka dengan perasaan orang lain, bahkan sangat suka menolong dan terkenal dengan idealismenya yang tinggi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">6. INFP (Introverted, Intuitive, Feeling, Perceiving)</h3>



<p id="E151">Yakni kepribadian yang sangat idealis, perfeksionis, dan yang paling penting mereka juga memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Mereka mampu menjadi mediator yang handal, maka jangan heran kalau tipe ini sering disebut sebagai Si Mediator.</p>



<h3 class="wp-block-heading">7. INTJ (Introverted, Intuitive, Thinking, Judging)</h3>



<p id="E155">Orang yang memiliki kepribadian ini dikenal sebagai individu yang sangat kreatif dan analitis. Mereka juga sangat pandai membuat strategi dan perencanaan yang matang, mereka juga mempunyai kemampuan untuk membagikan solusi yang inovatif. Oleh sebab itu mereka sering dijuluki sebagai Si Ahli Strategi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">8. INTP (Introverted, Intuitive, Thinking, Perceiving)</h3>



<p id="E159">Kepribadian ini sering kali dijuluki sebagai Si Logis atau Si Pemikir, karena mereka adalah seorang pemikir yang logis, analytics, bahkan memiliki wawasan yang luas.</p>



<p class="has-text-align-center"><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://dimenpsi.com/pengertian-pengembangan-diri/"><strong>Pengertian Pengembangan Diri: Manfaat dan Tips-Tips Terbaik</strong></a></p>



<h3 class="wp-block-heading">9. ESTP (Extroverted, Sensing, Thinking, Perceiving)</h3>



<p id="E163">Yakni kepribadian yang memiliki sifat yang ramah, sangat antusias, dan pandai berteman di mana saja mereka berada. Mereka sering dijuluki sebagai Si Pembujuk karena mempunyai kemampuan untuk berpikir dan cekatan saat berada dalam situasi yang bentuknya darurat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">10. ESTJ (Extroverted, Sensing, Thinking, Judging)</h3>



<p id="E167">Kepribadian ini kerap dijuluki sebagai Si Pengaarah, karena mereka dikenal sebagai sosok yang memiliki kemampuan untuk memimpin dan berorganisasi. Hal tersebut karena mereka juga memiliki kepribadian yang tegas, teliti, disiplin, taat aturan, dan bertanggung jawab.</p>



<h3 class="wp-block-heading">11. ESFP (Extroverted, Sensing, Feeling, Perceiving)</h3>



<p id="E171">Kepribadian ini terkenal sebagai pribadi yang paling ekstrovert, karena mereka sangat senang sekali menghabiskan waktunya dengan banyak orang dan sangat suka menjadi pusat perhatian. Kepribadian ini juga dijuluki sebagai Si Penghibur.</p>



<h3 class="wp-block-heading">12. ESFJ (Extroverted, Sensing, Feeling, Judging)</h3>



<p id="E175">Orang dengan kepribadian ini terkenal sangat ramah, lembut, setia, namun terorganisir. Mereka sangat suka sekali membantu orang lain, itu sebabnya mereka dijuluki sebagai Sang Pengasuh.</p>



<h3 class="wp-block-heading">13. ENFP (Extroverted, Intuitive, Feeling, Perceiving)</h3>



<p id="E179">Yakni kepribadian yang dijuluki sebagai Si Motivator, yang memiliki banyak ide positif untuk membantu orang sekitarnya dan membagikan energi yang positif juga.</p>



<h3 class="wp-block-heading">14. ENFJ (Extroverted, Intuitive, Feeling, Judging)</h3>



<p id="E183">Pribadi ENFJ atau Si Protagonis terkenal memiliki rasa empati yang tinggi, mereka juga sangat humble dan mampu menjalin persahabatan dengan banyak kepribadian lainnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">15. ENTP (Extroverted, Intuitive, Thinking, Perceiving)</h3>



<p id="E187">Yakni tipe orang yang dikenal sebagai orang yang berpikir logis, cerdas, kreatif, bahkan paling suka berargumen bila tidak sesuai dengan pikirannya. Maka jangan heran kalau kepribadian ini mendapat julukan Si Pendebat</p>



<h3 class="wp-block-heading">16. ENTJ (Extroverted, Intuitive, Thinking, Judging)</h3>



<p id="E191">Kepribadian ini adalah sosok yang ekstrovert yang paling tegas, punya tingkat percaya diri yang tinggi, dan blak-blakan. Mereka dijuluki sebagai Sang Komandan karena mereka fokus dengan masa depan dibandingkan dengan masa kini.</p>



<p class="has-text-align-center"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/cara-meningkatkan-kepercayaan-diri-menurut-psikologi/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Menurut Psikologi</a></strong></p>



<p id="E193">Itu dia 16 <strong>tipe kepribadian manusia</strong> yang harus kamu ketahui, siapa tahu salah satunya cocok dengan kepribadian kamu!</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/16-tipe-kepribadian-manusia-yang-perlu-kamu-tahu/">16 Tipe Kepribadian Manusia yang Perlu Kamu Tahu</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/16-tipe-kepribadian-manusia-yang-perlu-kamu-tahu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jenis, Gejala, dan Penyebab Depresi pada Remaja</title>
		<link>https://dimenpsi.com/jenis-gejala-dan-penyebab-depresi-pada-remaja/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/jenis-gejala-dan-penyebab-depresi-pada-remaja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Novi Kurniasih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Mar 2023 13:49:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Mental Health]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=1754</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="640" height="427" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/03/nick-fewings-zngPpvABB4E-unsplash.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Depression, Depresi pada Remaja" decoding="async" loading="lazy" /></p>
<p>Depresi pada remaja sangat mengkhawatirkan karena berdasarkan kasus-kasus yang sudah terjadi, sebagian besar berakhir pada...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/jenis-gejala-dan-penyebab-depresi-pada-remaja/">Jenis, Gejala, dan Penyebab Depresi pada Remaja</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="640" height="427" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/03/nick-fewings-zngPpvABB4E-unsplash.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Depression, Depresi pada Remaja" decoding="async" loading="lazy" /></p>
<p id="E215">Depresi pada remaja sangat mengkhawatirkan karena berdasarkan kasus-kasus yang sudah terjadi, sebagian besar berakhir pada tindak bunuh diri atau <em>self harm</em>. Sebelum terlanjur, sebaiknya kenali jenis, gejala, dan apa saja penyebabnya.</p>



<p id="E218">Sebenarnya pembahasan seperti ini tidak hanya perlu diketahui oleh remaja saja tetapi juga orang tua dan tenaga pendidik. Sebab, ada kemungkinan penyebab mental remaja terserang karena persoalan di rumah atau di sekolah.</p>



<p class="has-text-align-center"><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://dimenpsi.com/gangguan-kecemasan-sosial/"><strong>Gangguan Kecemasan Sosial (<em>Social Anxiety Disorder</em>)</strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading">Jenis-Jenis Depresi pada Remaja</h2>



<p>Pada dasarnya, depresi merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan seseorang merasa sedih dan kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya mereka senangi. Seringkali penderitanya akan mengalami gangguan tidur, kesulitan berpikir, mengingat sesuatu, ataupun makan.</p>



<p>Penyebab depresi pada remaja sendiri ada banyak, misalnya akibat perceraian orang tua, dikhianati teman ataupun kekasih, mendapatkan perlakukan kurang baik di sekolah seperti halnya tindak bullying, dan pernah mengalami pelecehan seksual.</p>



<p>Pada perkembangannya, depresi dibedakan menjadi beberapa jenis yang masing-masingnya memiliki cara tersendiri untuk perawatannya. Berikut penjelasannya:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Depresi Klinis (Gangguan Depresi Mayor)</h3>



<p>Orang yang mengalami masalah depresi klinis biasanya akan ditandai dengan&nbsp; merasa sedih, rendah diri, atau merasa dirinya tidak berharga. Perasaan tersebut akan dialami hampir<br>setiap hari selama setidaknya dua minggu.</p>



<p>Gejala lain yang biasanya menyerang berupa masalah tidur, kehilangan minat dalam aktivitas, dan perubahan nafsu makan. Gangguan ini merupakan bentuk depresi yang sering dialami oleh masyarakat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Gangguan Depresi Persisten (PDD)</h3>



<p id="E237">Jenis depresi ini termasuk yang ringan dalam tingkatan sedang. Biasanya berlangsung setidaknya selama dua tahun. Kabar baiknya, gejalanya tidak separah gangguan depresi mayor.</p>



<p id="E237">Hanya saja jika tanpa penanganan yang tepat, kondisi penderitanya bisa semakin parah. Di dunia kesehatan, penyedia layanan kesehatan biasa menyebutnya PDD dysthymia.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Disruptive Mood Dysregulation Disorder (DMDD)</h3>



<p>Gangguan ini biasanya terjadi pada masa kanak-kanak yang menyebabkan iritabilitas kronis dan intens. Ledakan emosi tidak sesuai dengan situasi yang dapat diobati dengan psikoterapi dan/ atau obat-obatan.</p>



<p>Pada masa kanak-kanan memang wajar mengalami ledakan emosi, akan tetapi penderita DMDD responnya jauh lebih parah dan terjadi dalam jangka waktu lama. Anak bisa divonis mengalami DMDD apabila gejalanya muncul sebelum usia 10 tahun.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Gangguan Dysphoric Pramenstruasi (PMDD)</h3>



<p>Disebut-sebut orang dengan gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD) akan mengalami gejala kembung, sakit kepala, dan nyeri payudara. Seringkali terjadi pada minggu-minggu sebelum menstruasi.<br>Pada kondisi yang parah, PMDD dapat memicu munculnya kecemasan, depresi, dan perubahan suasana hati yang parah. Kondisi PMDD disebut lebih parah dibandingkan dengan sindrom pramenstruasi (PMS).</p>



<h2 class="wp-block-heading">Gejala-Gejala Depresi yang Sering Dialami Remaja</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/03/total-shape-p7nwvfcjk-I-unsplash-630x380.jpg" alt="" class="wp-image-1756" width="473" height="285"/><figcaption class="wp-element-caption">Gejala depresi pada remaja, Foto oleh Total Shape di Unsplash</figcaption></figure>
</div>


<p id="E255">Seorang yang mengalami depresi akan menunjukkan beberapa gejala. Ada baiknya untuk memahami apa saja gejalanya, namun jangan sampai melakukan self diagnosis. Apabila ciri-ciri yang disebutkan ada dirimu, langsung konsultasikan ke layanan kesehatan mental.</p>



<p id="E255">Gejala depresi setiap orang bisa saja sedikit berbeda, tergantung pada jenisnya dan tingkat keparahannya. Secara umum, gejalanya meliputi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Seorang yang depresi seringkali merasa sangat sedih, putus asa, atau khawatir. Sedangkan yang sering dialami anak-anak dan remaja kemungkinan lebih mudah tersinggung.</li>



<li>Tidak mampu menikmati hal-hal yang dulunya mendatangkan kebahagiaan baik jalan-jalan, berkumpul bersama keluarga, atau menjalankan hobi.</li>



<li>Menjadi mudah tersinggung atau frustrasi.</li>



<li>Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau penurunan berat badan secara drastis.</li>



<li>Sulit tidur (insomnia) atau terlalu banyak tidur (hipersomnia).</li>



<li>Memiliki energi rendah sehingga mudah merasa kelelahan.</li>



<li>Menjadi sulit untuk berkonsentrasi, membuat keputusan atau mengingat sesuatu.</li>



<li>Mengalami masalah fisik seperti sakit kepala, sakit perut atau disfungsi seksual.</li>



<li>Memiliki pikiran untuk melakukan self harm hingga bunuh diri.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Penyebab Mengapa Depresi Bisa Muncul</h2>



<p>Setelah mengetahui gejala-gejala depresi, hal yang perlu kamu ketahui selanjutnya adalah<br>mengenai penyebabnya. Siapa sangka salah satu penyebabnya adalah faktor keturunan atau genetik. Penjelasan lebih lengkapnya sebagai berikut:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Kimia otak: Ketidakseimbangan neurotransmiter termasuk serotonin dan dopamin disebut-sebut berkontribusi menjadi penyebab depresi.</li>



<li>Genetika: Seorang yang memiliki kerabat tingkat pertama, bisa orang tua atau saudara kandung dengan gangguan mental depresi, maka kemungkinan mengalami depresi tiga kali lebih besar.&nbsp;</li>



<li>Peristiwa hidup yang penuh tekanan: Pengalaman sulit yang terjadi dalam hidup seperti kematian orang yang dicintai, trauma, perceraian, isolasi, bullying, dan kurangnya dukungan sangat berpengaruh pada kesehatan mental.&nbsp;</li>



<li>Kondisi medis: Menderita penyakit tertentu atau mengalami kecelakaan rentan membuat seseorang merasa sangat sedih. Hasilnya lambat-laun menumbuhkan penyakit mental berupa depresi, apalagi jika tidak mendapatkan dukungan dari orang sekitarnya.&nbsp;</li>



<li>Obat: Ternyata, penggunaan beberapa jenis obat dapat menyebabkan depresi sebagai efek samping. Bukan hanya zat di dalam obat saja yang memungkinkan menyebabkan depresi, ditemukan juga zat dengan efek sama pada alkohol.</li>



<li>Kepribadian: Orang yang mudah kewalahan saat mengalami suatu kesulitan dalam hidup, umumnya lebih rentan terkena depresi.</li>



<li>Gangguan hormon: Masalah ini sering terjadi selama masa kehamilan. Biasanya wanita akan lebih sensitif misalnya mudah menangis, tersinggung, dan overthinking. Pada kondisi lain, seseorang yang memiliki masalah tiroid, menopause, serta beberapa kondisi sejenis juga memiliki risiko tinggi mengalami depresi.</li>



<li>Masalah biologis: Pada dasarnya, pengidap depresi ada kemungkinan mengalami perubahan di otak. Hanya saja faktor ini belum diketahui secara pasti dan masih perlu penelitian lanjut untuk mengetahui penyebab utamanya.&nbsp;</li>
</ul>



<p>Pendampingan khusus remaja diperlukan untuk menekan meningkatnya kasus depresi pada remaja. Kurangnya perhatian, keluarga yang berantakan, sering dibentak, dan perilaku buruk lainnya sebaiknya tidak dilakukan orang tua kepada anaknya agar kesehatan mentalnya tetap<br>terjaga.&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/jenis-gejala-dan-penyebab-depresi-pada-remaja/">Jenis, Gejala, dan Penyebab Depresi pada Remaja</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/jenis-gejala-dan-penyebab-depresi-pada-remaja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenali 5 Gangguan Psikologis yang Sangat Sering Terjadi</title>
		<link>https://dimenpsi.com/kenali-5-gangguan-psikologis-yang-sangat-sering-terjadi/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/kenali-5-gangguan-psikologis-yang-sangat-sering-terjadi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Novi Kurniasih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2022 03:25:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=73</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="622" height="350" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/02/gangguan-psikologis.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="gangguan psikologis" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/02/gangguan-psikologis.jpg 622w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/02/gangguan-psikologis-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 622px) 100vw, 622px" /></p>
<p>Gangguan psikologis sebenarnya banyak jenisnya. Apalagi di jaman yang semakin maju dan serba cepat ini....</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/kenali-5-gangguan-psikologis-yang-sangat-sering-terjadi/">Kenali 5 Gangguan Psikologis yang Sangat Sering Terjadi</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="622" height="350" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/02/gangguan-psikologis.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="gangguan psikologis" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/02/gangguan-psikologis.jpg 622w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/02/gangguan-psikologis-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 622px) 100vw, 622px" /></p>
<p>Gangguan psikologis sebenarnya banyak jenisnya. Apalagi di jaman yang semakin maju dan serba cepat ini. Dimana tingkat stres dan kecemasan lebih tinggi.</p>



<p>Pada tulisan kali ini kita akan mengenali 5 gangguan psikologis yang umumnya terjadi. Tak ketinggalan akan dijelaskan pula tanda-tanda Anda sudah memerlukan penanganan psikolog. Penjelasan lengkapnya, mari kita simak bersama tulisan di bawah ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="5-gangguan-psikologis-yang-umum-terjadi">5 Gangguan Psikologis yang Umum Terjadi</h2>



<p>Berikut ini 5 gangguan psikologis yang biasanya banyak dialami orang-orang.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="1-gangguan-kepribadian">1. Gangguan Kepribadian</h3>



<p>Ada banyak gangguan kepribadian yang terjadi. Apalagi jika hal itu sangat menggangu. Anda wajib melakukan konsultasi ke psikologi.</p>



<p>Contoh gangguan kepribadian yakni : obsesif kompulsif, paranoid, antisosial, narsistik, ambang,  dan dependen.</p>



<p class="has-text-align-center"><strong>Baca Juga</strong>: <strong><a href="https://dimenpsi.com/gangguan-kepribadian-narsistik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Apa Itu Gangguan Kepribadian Narsistik?</a></strong></p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2-gangguan-kecemasan">2. Gangguan Kecemasan</h3>



<p>Gangguan kecemasan juga banyak menyerang generasi muda saat ini. Banyak faktor pemicunya. Pada tingkat tertentu akan sangat menggangu kehidupan sosial mereka.</p>



<p>Misalnya gangguan kecemasan sosial, fobia, dan serangan panik. Umumnya gejalanya adalah rasa cemas berlebih. Terkadang juga merasa pusing, berdebar, berkeringat, hingga sulit konsentrasi.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="3-gangguan-kontrol-impuls">3. Gangguan Kontrol Impuls</h3>



<p>Contohnya mencuri atau kleptomania. Menyulut api atau piromania, hingga ketagihan berjudi. Jadi mereka umumnya tidak bisa menahan dorongan atau hasrat dalam diri untuk melakukan tindakan berbahaya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="4-gangguan-stres-pasca-trauma-ptsd">4. Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD)</h3>



<p>Gangguan ini umumnya terjadi setelah mengalami hal yang membuat trauma. Contohnya saja korban penculikan, bencana alam, pelecehan seksual dan sebagainya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="5-gangguan-makan">5. Gangguan Makan</h3>



<p>Gangguan <a href="https://dimenpsi.com/pengertian-psikologi-jenis-jenis-dan-manfaat-mempelajarinya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">psikologi</a> juga bisa berdampak pada pola makan atau nafsu makan. Contoh gangguan makan tersebut seperti bulimia nervosa, anoreksia, dan binge-eating disorder.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="kapan-kita-harus-datang-ke-psikolog">Kapan Kita Harus Datang Ke Psikolog ?</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/02/Kapan-Kita-Harus-Datang-Ke-Psikolog.jpg" alt="Kapan Kita Harus Datang Ke Psikolog" class="wp-image-94" width="467" height="263" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/02/Kapan-Kita-Harus-Datang-Ke-Psikolog.jpg 622w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/02/Kapan-Kita-Harus-Datang-Ke-Psikolog-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 467px) 100vw, 467px" /></figure>
</div>


<p>Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukan Anda butuh pertolongan psikolog segera. Berikut ini 4 tanda-tandanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="1-keadaan-sudah-sangat-mengganggu-aktivitas">1. Keadaan Sudah Sangat Mengganggu Aktivitas</h3>



<p>Jika Anda memiliki gangguan psikologi dan sudah sangat mengganggu kehidupan, segeralah menemui psikolog. Penanganan yang lebih dini tentu akan mencegah keadaan lebih memburuk.</p>



<p>Tidak hanya itu, jika Anda mengalami masalah atau problem yang berat, tapi tidak bisa mengatasinya. Tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan psikolog.</p>



<p>Masalah yang berat terkadang sangat mengganggu kita. Bahkan juga membuat cemas dan tidak bisa tidur. Tak jarang pula menyebabkan nafsu makan berkurang.</p>



<p>Jika masalah atau beban hidup Anda sudah begitu mengganggu aktivitas sehari-hari. Cobalah menemui psikolog. Mereka akan membantu Anda memberi solusi ataupun saran terhadap masalah yang sedang Anda hadapi.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2-tidak-mampu-menyelesaikan-masalah-sendiri">2. Tidak Mampu Menyelesaikan Masalah Sendiri</h3>



<p>Meskipun masalah Anda tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, tapi Anda merasa buntu dan tidak dapat menyelesaikannya sendiri. Cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog. Pada saat tersebut Anda butuh penyemangat. Juga pemberi motivasi dan tempat curhat yang tepat.</p>



<p>Curhat dengan psikolog tentu akan lebih mendapat solusi. Bahkan akan diberikan saran yang positif. Tanpa takut Anda akan dihakimi atau dihina.</p>



<p>Tidak ada salahnya datang ke psikolog. Hal itu bukan berarti Anda lemah mental atau gila. Namun menjaga kesehatan mental sejak dini lebih baik. Dari pada terlambat konsultasi dan lebih parah keadaannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="3-bertindak-negatif-atau-melampiaskan-ke-hal-yang-negatif">3. Bertindak Negatif atau Melampiaskan Ke Hal yang Negatif</h3>



<p>Orang yang tertekan dengan problem atau masalah yang dihadapi biasanya sering kalap. Mereka juga beranggapan dengan melampiaskan ke hal lain, masalah mereka akan segera terlupakan. Mereka memang bisa melupakaan masalah sesaat. Namun mereka tidak bisa mendapatkan solusi ataupun penyelesaian masalah.</p>



<p>Salah satu tanda Anda sudah memerlukan penanganan psikolog, yakni ketika melampiaskan masalah ke hal-hal negatif. Contohnya melukai diri sendiri, makan banyak, mengonsumsi miras, narkoba, ataupun merokok.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="4-setelah-mengalami-kejadian-yang-berat-atau-traumatis">4. Setelah Mengalami Kejadian yang Berat atau Traumatis</h3>



<p>Rasa sedih akibat trauma yang terjadi biasanya juga mengganggu. Tidak hanya itu, keadaan berat seperti kematian orang-orang yang dicintai, kena PHK, putus cinta, juga terkadang membuat Anda sedih dan kehilangan semangat.</p>



<p>Saat sedih seperti itu dan merasa butuh seseorang untuk berbagi cerita. Tak ada salahnya bercerita dengan psikolog. Mereka juga akan menjaga rahasia Anda, sehingga Anda tidak perlu merasa malu. Nantinya mereka akan memberi solusi yang terbaik bagi Anda.</p>



<p>Nah itulah tadi tanda-tanda Anda memerlukan penanganan psikolog dan juga 5 gangguan psikologis yang umumnya sering terjadi. Yuk jaga kesehatan mental sejak dini. Jangan malu untuk segera menghubungi psikolog, jika Anda memang sudah membutuhkannya.</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/kenali-5-gangguan-psikologis-yang-sangat-sering-terjadi/">Kenali 5 Gangguan Psikologis yang Sangat Sering Terjadi</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/kenali-5-gangguan-psikologis-yang-sangat-sering-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengertian Psikologi, Jenis-Jenis dan Manfaat Mempelajarinya</title>
		<link>https://dimenpsi.com/pengertian-psikologi-jenis-jenis-dan-manfaat-mempelajarinya/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/pengertian-psikologi-jenis-jenis-dan-manfaat-mempelajarinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Novi Kurniasih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2022 02:40:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dasar Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=68</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="622" height="350" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/Pengertian-Psikologi.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Pengertian Psikologi" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/Pengertian-Psikologi.jpg 622w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/Pengertian-Psikologi-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 622px) 100vw, 622px" /></p>
<p>Kita sering mendengar istilah psikologi. Namun terkadang tidak mengetahui definisi sebenarnya. Secara umum pengertian psikologi...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/pengertian-psikologi-jenis-jenis-dan-manfaat-mempelajarinya/">Pengertian Psikologi, Jenis-Jenis dan Manfaat Mempelajarinya</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="622" height="350" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/Pengertian-Psikologi.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Pengertian Psikologi" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/Pengertian-Psikologi.jpg 622w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/Pengertian-Psikologi-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 622px) 100vw, 622px" /></p>
<p>Kita sering mendengar istilah psikologi. Namun terkadang tidak mengetahui definisi sebenarnya. Secara umum pengertian psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia, mental, serta pikiran manusia.</p>



<p>Pada artikel kali ini, kita tidak hanya membahas pengertian psikologi secara umum. Namun akan juga diambil beberapa definisi menurut para ahli. Selain itu kita juga akan membahas tentang jenis-jenis ilmu psikologi serta manfaat mempelajarinya. Berikut di bawah ini pembahasan lengkapnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="pengertian-psikologi-menurut-para-ahli">Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli</h2>



<p>Dalam ilmu psikologi nantinya akan dipelajari alur pemikiran manusia. Selain itu juga akan meneliti berbagai alasan dibalik segala tindakan manusia. Tak ketinggalan juga akan mempelajari tingkah laku manusia.</p>



<p>Beberapa ahli juga memiliki definisi mereka sendiri tentang ilmu psikologi.&nbsp; Seperti pendapat Kurt Koffka. Dia tidak hanya mengartikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku mahluk hidup saja. Namun juga hubungan manusia dengan dunia luar.</p>



<p>Menurut Wilhem Wundt (1829), pengertian psikologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang setiap pengalaman yang terjadi pada manusia. Baik itu perasaan pikiran, kehendak, hingga perasaan panca indera.</p>



<p>Sedangkan Richard Mayer (1981) berpendapat bahwa psikologi merupakan analisis tentang proses mental serta struktur daya ingat manusia. Kesemuannya itu agar dapat memahami bagaimana perilaku manusia.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="jenis-jenis-psikologi">Jenis-Jenis Psikologi</h2>



<p>Setelah kita membahas pengertian psikologi menurut para ahli, penting juga untuk mengetahui jenis-jenis psikologi. Mari kita bahas jenis-jenisnya satu persatu.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="1-psikologi-umum-dan-eksperimental">1. Psikologi Umum dan Eksperimental</h3>



<p>Ilmu psikologi memiliki beberapa cabang ilmu. Masing-masing memiliki spesifikasinya. Cabang ilmu psikologi yang akan kita bahas pertama adalah psikologi umum dan eksperimental.</p>



<p>Cabang ini lebih berfokus pada pembahasan eksperimen ataupun penelitian dalam dunia psikologi. Sebuah penelitian biasanya memerlukan metode-metode yang ilmiah. Hal ini demi mendapatkan hasil penelitian yang akurat.</p>



<p>Dengan kata lain dalam cabang ilmu psikologi ini, Anda akan diajarkan&nbsp; menjelaskan, merinci, mengendalikan, serta memprediksi proses-proses dalam psikologi.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2-psikologi-perkembangan">2. Psikologi Perkembangan</h3>



<p>Fokus dari cabang ini yakni tentang proses perkembangan mental manusia. Nantinya observasi dilakukan untuk kasus-kasus psikologi. Baik dari perkembangan saat usia anak kecil hingga orang tua ataupun manula.</p>



<p>Melalui cabang ini bagaimana manusia berkembang akan diketahui. Baik itu pada saat masa krisis serta bagaimana cara menghadapinya. Juga mengenali berbagai macam gangguan-gangguan yang menimpanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="3-psikologi-klinis">3. Psikologi Klinis</h3>



<p>Cabang ini lebih berpusat pada pengarahan untuk menjadi seorang psikolog. Nantinya berbagai tingkah laku manusia akan dipelajari lebih dalam lagi. Setelah belajar cabang ini, Anda akan siap dalam menangani gangguan-gangguan yang berhubungan erat dengan mental manusia.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="4-psikologi-pendidikan">4. Psikologi Pendidikan</h3>



<p>Psikologi pendidikan lebih menyangkut pada bagaimana menentukan pemetaan pendidikan yang tepat. Sehingga nantinya pendidikan akan sesuai dengan kebutuhan. Tepat usia, situasi, maupun kondisi. Misalnya bagaimana menentukan pendidikan yang tepat bagi anak usia dini.</p>



<p class="has-text-align-center"><strong>Baca Juga</strong>: <strong><a href="https://dimenpsi.com/pengertian-psikologi-pendidikan/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Apa itu Psikologi Pendidikan?</a></strong></p>



<h3 class="wp-block-heading" id="5-psikologi-industri-dan-organisasi">5. Psikologi Industri dan Organisasi</h3>



<p>Psikologi cabang ini akan mendalami secara khusus hal-hal yang menyangkut industri dan organisasi. Cabang psikologi ini biasanya diperuntukan bagi jabatan HRD di sebuah perusahaan. Segala hal yang menyangkut psikologi di dunia perkantoran ataupun organisasi akan dibahas secara khusus nantinya.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="6-psikologi-sosial">6. Psikologi Sosial</h3>



<p>Dalam cabang psikologi sosial akan lebih fokus pada keadaan psikologi manusia saat berinteraksi sosial. Cabang ini akan mempelajari berbagai masalah ataupun konflik yang timbul saat interaksi sosial. Selain itu pencegahan masalah sosial maupun sebab seseorang punya masalah sosial juga akan dibahas.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="manfaat-mempelajari-ilmu-psikologi">Manfaat Mempelajari Ilmu Psikologi</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/Manfaat-Mempelajari-Ilmu-Psikologi.jpg" alt="Manfaat Mempelajari Ilmu Psikologi" class="wp-image-83" width="467" height="263" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/Manfaat-Mempelajari-Ilmu-Psikologi.jpg 622w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/Manfaat-Mempelajari-Ilmu-Psikologi-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 467px) 100vw, 467px" /></figure>
</div>


<p>Beberapa manfaat yang bisa kita peroleh ketika mempelajari ilmu psikologi adalah sebagai berikut.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="1-memahami-diri-sendiri">1. Memahami Diri sendiri</h3>



<p>Ilmu psikologi memang perlu untuk kita pelajari. Salah satu manfaatnya adalah untuk bisa lebih memahami diri sendiri. Juga bagaimana hubungan kita dengan lingkungan sekitar, ataupun sosial masyarakat.</p>



<p>Jika kita mempelajari ilmu psikologi, kita bisa mengenal kepribadian diri sendiri. Bagaimana sifat dan karakter kita maupun orang lain. Bahkan mampu mengidentifikasi masalah psikologis yang terjadi pada diri kita maupun orang lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2-membantu-orang-lain">2. Membantu Orang Lain</h3>



<p>Dengan belajar ilmu ini, kita bisa membantu orang lain mengatasi masalah psikologisnya. Kita tidak harus menjadi psikolog. Namun paling tidak mengetahui dasar-dasar ataupun teori psikologi. Hal ini membantu kita memiliki sudut pandang yang berbeda.</p>



<p>Selain itu kita bisa memberi solusi dalam menghadapi masalah psikologis yang terjadi. Juga mampu memberi saran, pendapat, ataupun nasehat. Serta memberikan pilihan solusi yang terbaik.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="3-bisa-mengerti-sebab-suatu-perilaku">3. Bisa Mengerti Sebab Suatu Perilaku</h3>



<p>Jika kita memiliki pengetahuan yang cukup tentang psikologi, nantinya bisa memahami mengapa suatu perilaku bisa terjadi. Mengapa seseorang menunjukan perilaku tertentu.</p>



<p>Banyak sekali teori psikologi yang menjelaskan penyebab dari suatu perilaku. Dengan teori tersebut, kita bisa tahu bagaimana cara menghadapi perilaku-perilaku tersebut. Juga bisa menjelaskan kepada yang lainnya kenapa perilaku tertentu bisa terjadi.</p>



<p>Demikian pembahasan mengenai pengertian psikologi beserta jenis dan manfaat mempelajarinya. Semoga artikel di atas bermanfaat dan semakin menambah pengetahuan Anda.</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/pengertian-psikologi-jenis-jenis-dan-manfaat-mempelajarinya/">Pengertian Psikologi, Jenis-Jenis dan Manfaat Mempelajarinya</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/pengertian-psikologi-jenis-jenis-dan-manfaat-mempelajarinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kegiatan Pengembangan Diri yang Cocok Dilakukan Karyawan</title>
		<link>https://dimenpsi.com/kegiatan-pengembangan-diri-yang-cocok-dilakukan-karyawan/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/kegiatan-pengembangan-diri-yang-cocok-dilakukan-karyawan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Novi Kurniasih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2022 01:36:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=47</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="622" height="350" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/Kegiatan-Pengembangan-DIri-Karyawan.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Kegiatan Pengembangan DIri Karyawan" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/Kegiatan-Pengembangan-DIri-Karyawan.jpeg 622w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/Kegiatan-Pengembangan-DIri-Karyawan-300x169.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 622px) 100vw, 622px" /></p>
<p>Kegiatan pengembangan diri karyawan merupakan cara yang bisa membantu seseorang meningkatkan kemampuannya.&#160;Setiap individu memiliki potensi...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/kegiatan-pengembangan-diri-yang-cocok-dilakukan-karyawan/">Kegiatan Pengembangan Diri yang Cocok Dilakukan Karyawan</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="622" height="350" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/Kegiatan-Pengembangan-DIri-Karyawan.jpeg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Kegiatan Pengembangan DIri Karyawan" decoding="async" loading="lazy" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/Kegiatan-Pengembangan-DIri-Karyawan.jpeg 622w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/Kegiatan-Pengembangan-DIri-Karyawan-300x169.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 622px) 100vw, 622px" /></p>
<p>Kegiatan pengembangan diri karyawan merupakan cara yang bisa membantu seseorang meningkatkan kemampuannya.&nbsp;Setiap individu memiliki potensi diri yang perlu dikembangkan supaya kualitas nya terus meningkat. Apalagi untuk seorang karyawan, ilmu pengembangan diri dapat memberikan peluang mendapatkan karir yang lebih tinggi lagi.</p>



<p>Selain itu, dengan kegiatan pengembangan diri, Anda juga akan mendapatkan keuntungan berupa peningkatan kemampuan, rasa percaya diri, dan meningkatkan performa, sehingga dapat bekerja lebih efektif.</p>



<p>Pada pembahasan kali ini, kami akan memberikan informasi terkait jenis kegiatan pengembangan diri apa saja yang cocok bagi karyawan sehingga dapat mengembangkan potensi diri yang lebih besar di dunia kerja. Dengan kegiatan-kegiatan pengembangan diri tersebut, tentunya akan sangat menguntungkan dan bermanfaat untuk keberlangsungan para karyawan dan perusahaan nantinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="kegiatan-pengembangan-diri-di-tempat-kerja">Kegiatan Pengembangan Diri di Tempat Kerja</h2>



<p>Dengan melakukan pengembangan diri, bukan tidak mungkin Anda bisa meraih jenjang karir yang lebih tinggi. Ada beberapa kegiatan pengembangan diri yang dapat Anda lakukan di tempat kerja berikut ini:</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="1-mengikuti-program-pendidikan">1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengikuti Program Pendidikan</h3>



<p>Bagi beberapa perusahan, terutama perusahaan besar biasanya menyediakan program pendidikan yang lebih bersifat informal.</p>



<p>Tujuan program tersebut yaitu meningkatkan kemampuan setiap karyawan terutama dalam suatu bidang tertentu. Selain itu, program pendidikan tersebut juga bermaksud untuk membekali para karyawan menempati posisi lain di perusahaan nantinya.</p>



<p>Dengan mengikuti program pendidikan tersebut, bukan hal mustahil apabila nantinya Anda selaku karyawan perusahaan tersebut bisa memiliki peluang mendapatkan jabatan yang lebih tinggi lagi. Apalagi, program pendidikan seperti itu dapat Anda jalani di perusahaan tanpa perlu meninggalkan kantor.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="2-program-professional">2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Program Professional</h3>



<p>Saat ini, banyak instansi professional yang menawarkan para karyawan melakukan <strong>kegiatan &nbsp;pengembangan diri</strong> melalui beberapa program. Cara ini telah menjadi trend yang diikuti banyak perusahaan dengan menyediakan berbagai jenis materi pendidikan pengembangan yang berkaitan dengan profesi karyawannya.</p>



<p>Banyak perusahaan menyediakan program profesional bagi karyawan yang mengiginkan posisi lebih tinggi. Biasanya, program tersebut berupa pelatihan atau ujian untuk melihat bagaimana kualitas karyawan yang ingin melakukan pendaftaran posisi lebih tinggi pada perusahaan. Program tersebut juga bisa berupa pengujian karyawan yang ingin posisi lebih tinggi.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="3-pelatihan-on-the-job">3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pelatihan On-The-Job</h3>



<p>Selain menyediakan program pelatihan bagi karyawan yang memiliki latar belakang tinggi untuk jabatan tinggi. Beberapa perusahaan juga menyediakan program pelatihan <em>on-the-job</em> bagi kandidat karyawan yang bukan dari latar belakang pendidikan tinggi.</p>



<p>Tujuannya <strong>kegiatan pengembangan diri</strong> ini sama yaitu untuk meningkatkan kemampuan karyawan sampai memenuhi kriteria sesuai ketentuan perusahan.</p>



<p>Program pelatihan <em>on-the-job</em> juga biasanya perusahaan terapkan untuk program rekrutmen calon karyawan yang akan bekerja di perusahaan nantinya. Namun, karyawan lama juga dapat ikut serta mengikuti program pelatihan &nbsp;ini, apalagi jika ingin ganti posisi jabatan atau lebih terkenal dengan nama rotasi posisi jabatan.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="4-program-mentoring">4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Program Mentoring</h3>



<p>Seorang karyawan sebaiknya tidak hanya dapat melakukan tugasnya ketika atasan menyuruhnya saja. Anda harus memiliki kemampuan yang lebih. Salah satunya dengan mengikuti program mentoring yang tersedia di perusahaan.</p>



<p>Program ini bisa langsung diberikan oleh atasan perusahaan. Isinya sendiri bisa berupa pengalaman, kemampuan, pengetahuan, dan hal lain. Cara seperti ini juga bisa membantu karyawan dalam mengembangkan diri, terutama jika Anda ingin naik jabatan.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="kesimpulan">Kesimpulan</h2>



<p>Kegiatan pengembangan diri merupakan suatu kegiatan yang memiliki banyak manfaat, baik bagi individu, karyawan, atau pun perusahaan. Misalnya, kemampuan karyawan dapat meningkat. Hal itu tentu akan berdampak baik bagi kemajuan perusahaan. Ada banyak kegiatan pengembangan diri karyawan yang bisa Anda lakukan, seperti mengikuti program pendidikan, program profesi.</p>



<p>Terimakasih telah berkunjung di <a href="https://dimenpsi.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">DimenPSI.com</a>, semoga artikel diatas bisa bermanfaat.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-jurnal wp-block-embed-jurnal"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="Mpz0q9RKtU"><a href="https://www.jurnal.id/id/blog/jenis-pelatihan-dan-pengembangan-sdm-bagi-perusahaan/">7 Jenis Pelatihan dan Pengembangan SDM Bagi Perusahaan</a></blockquote><iframe loading="lazy" class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted"  title="&#8220;7 Jenis Pelatihan dan Pengembangan SDM Bagi Perusahaan&#8221; &#8212; Jurnal" src="https://www.jurnal.id/id/blog/jenis-pelatihan-dan-pengembangan-sdm-bagi-perusahaan/embed/#?secret=Mpz0q9RKtU" data-secret="Mpz0q9RKtU" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
</div></figure>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/kegiatan-pengembangan-diri-yang-cocok-dilakukan-karyawan/">Kegiatan Pengembangan Diri yang Cocok Dilakukan Karyawan</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/kegiatan-pengembangan-diri-yang-cocok-dilakukan-karyawan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
