<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Tentang Psikologi Klinis - DIMENPSI</title>
	<atom:link href="https://dimenpsi.com/tag/psikologi-klinis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dimenpsi.com/tag/psikologi-klinis/</link>
	<description>Dimensi Psikologi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jan 2024 17:26:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2022/01/cropped-Pavicon-DimenPSI.com_-32x32.png</url>
	<title>Artikel Tentang Psikologi Klinis - DIMENPSI</title>
	<link>https://dimenpsi.com/tag/psikologi-klinis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Psikologi Klinis: Definisi, Fokus dan Bedanya dengan Non Klinis</title>
		<link>https://dimenpsi.com/psikologi-klinis/</link>
					<comments>https://dimenpsi.com/psikologi-klinis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Penulis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Oct 2023 16:44:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Psikologi Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Dasar Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Klinis]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dimenpsi.com/?p=2675</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="750" height="422" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Psikologi-Klinis-Definisi-Fokus-dan-Bedanya-dengan-Non-Klinis.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Psikologi Klinis Definisi, Fokus dan Bedanya dengan Non Klinis" decoding="async" fetchpriority="high" /></p>
<p>Dari berbagai jenis bidang ilmu psikologi, Psikologi klinis merupakan salah satu yang memang tidak sepopuler...</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/psikologi-klinis/">Psikologi Klinis: Definisi, Fokus dan Bedanya dengan Non Klinis</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img width="750" height="422" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Psikologi-Klinis-Definisi-Fokus-dan-Bedanya-dengan-Non-Klinis.jpg" class="attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image" alt="Psikologi Klinis Definisi, Fokus dan Bedanya dengan Non Klinis" decoding="async" loading="lazy" /></p><p>Dari berbagai jenis bidang ilmu psikologi, Psikologi klinis merupakan salah satu yang memang tidak sepopuler yang lain. tapi, soal kewenangan dan tanggung jawab kerjanya sangat besar. Terutama di bidang kesehatan mental seseorang.</p>
<p>Bagi orang dengan masalah mental dan ingin disembuhkan, tentunya akan berhubungan salah satunya dengan penyandang profesi di bidang psikologi ini. Kemudian juga melalui serangkaian proses identifikasi kondisi hingga pengobatan dan tepat.</p>
<p>Lantas psikologi klinis itu apa? Jawabannya akan dijelaskan disini, mulai dari definisi, hingga perbedaannya dengan bidang non klinis.</p>
<h2>Definisi Umum</h2>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Definisi-Umum.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3051" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Definisi-Umum.jpg" alt="Definisi Umum" width="750" height="369" /></a></p>
<p>Jenis bidang psikologi yang satu ini, sangat berhubungan dengan mendiagnosis kondisi gangguan mental pada seseorang. Dalam penjabarannya, konsep yang digunakan adalah terkait psikologi kepribadian, abnormal, perkembangan, hingga psikopatologi.</p>
<p>Ditambah dengan pemahaman tentang intervensi, bagaimana menghadapi seorang pasien dengan gangguan mental, juga intervensi psikolog agar mereka dapat membantu pasien mengatasi masalah yang terjadi pada tingkah laku yang masuk kategori abnormal.</p>
<p>Dalam menjalankan tugasnya, seorang yang sudah menyandang gelar psikologi klinis bisa memberikan penilaian kepada pasien dengan melakukan riset serta tes kepribadian dengan tolak ukur tertentu.</p>
<p>Selanjutnya para psikolog akan membantu melalui proses konsultasi kepada pasien, untuk membantu pemulihan masalah mental yang dialami.</p>
<h2>Apa Fokus dari Psikologi Klinis?</h2>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-Fokus-dari-Psikologi-Klinis.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3050" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-Fokus-dari-Psikologi-Klinis.jpg" alt="Apa Fokus dari Psikologi Klinis?" width="750" height="750" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-Fokus-dari-Psikologi-Klinis.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-Fokus-dari-Psikologi-Klinis-60x60.jpg 60w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Apa-Fokus-dari-Psikologi-Klinis-450x450.jpg 450w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Sama halnya dengan bidang psikologi yang lain, di jurusan psikologi jenis klinis ada beberapa fokus belajar yang akan dilalui oleh mahasiswa. Sampai akhirnya nanti lulus, kemudian bisa menyandang gelar seorang psikolog klinis. Beberapa fokusnya seperti:</p>
<h3>1. Paham Konsep Manusia dari Sisi Kesehatannya</h3>
<p>Konsep yang dimaksud adalah manusia yang sehat itu seperti apa kondisi fisik dan mentalnya. Kemudian manusia yang sakit juga seperti apa.</p>
<p>Fokusnya lebih kepada kepribadian seseorang mulai dari psikologi klinis anak sampai dewasa, bagaimana kontrol emosinya, intelektualnya, dan bagaimana karakteristik lingkungan sosial tempat seseorang itu hidup dan melakukan kegiatannya.</p>
<h3>2. Paham Berbagai Metode <em>asesmen</em></h3>
<p>Fokus selanjutnya adalah metode-metode <em>asesmen</em> yang bisa digunakan untuk melakukan identifikasi kondisi seseorang. Mulai dari kekuatan dirinya, rentan atau tidak terhadap masalah mental, hingga gangguan psikologis yang sedang dialami seseorang atau sebuah komunitas.</p>
<p>Dalam proses <em>asesmen</em> yang dilakukan, akan ada empat komponen penting yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil tepat.</p>
<ol>
<li>Melakukan perencanaan terkait bagaimana proses pengumpulan data yang dilakukan</li>
<li>Mulai melakukan proses pengumpulan data dengan pasien dengan teknik wawancara, tes tertentu, dan observasi dalam jangka waktu disesuaikan</li>
<li>Mengolah data yang dihasilkan dari proses pengumpulan data sebelumnya, supaya dapat dibuat sebuah hipotesis terhadap hasil pengolahan data tersebut</li>
<li>Menginformasikan hasil data <em>asesmen</em> kepada pihak tepat, seperti pasien dan keluarga pasien. Bisa juga diinformasikan kepada ahli terkait.</li>
<li>Jika memang butuh penanganan lanjutan, ahli yang diberikan informasi <em>asesmen</em> akan melakukan penanganan salah satunya mengacu pada hasil <em>asesmen</em></li>
</ol>
<h3>3. Kemampuan Intervensi Secara Psikologis</h3>
<p>Intervensinya psikologi bidang klinis adalah untuk kebutuhan pemulihan, supaya individu atau komunitas yang mengalami masalah gangguan kesehatan tersebut bisa pulih dan menjalani hidup seperti sebelumnya.</p>
<p>Upaya intervensi ini juga disebutkan sebagai upaya yang dilakukan psikolog klinis, untuk membantu melakukan perubahan perilaku, perasaan, dan pola pikir pasien yang mengalami masalah gangguan mental.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/belajar-ilmu-psikologi/">Belajar Ilmu Psikologi</a></strong></p>
<h2>Perbedaan Psikologi Klinis dan Non Klinis</h2>
<p>Ada satu lagi jenis bidang psikologi yaitu non klinis, yang memiliki ruang lingkup masih sama yaitu masalah kondisi mental seseorang atau komunitas. Sangat jelas perbedaan psikologi klinis dan non klinis, sehingga mempermudah menentukan mana yang mau didalami saat akan masuk universitas.</p>
<h3>Pengertian</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Pengertian.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3052" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Pengertian.jpg" alt="Pengertian" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Pengertian.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Pengertian-675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Arti dari psikologi bidang klinis adalah sebuah bidang kajian psikologi yang berhubungan dengan identifikasi kondisi mental seseorang atau kelompok. Kemudian hasilnya menjadi acuan dalam tindak lanjut medis yang dilakukan oleh ahli seperti spesialis kejiwaan.</p>
<p>Sementara pengertian psikologi non teknis yaitu bidang psikologi yang melakukan edukasi, skrining, dan dukungan kepada siapa saja yang memiliki riwayat masalah kesehatan mental. Supaya mereka dapat menerima perawatan tepat sesuai kondisi, termasuk menerima pelayanan perawatan secara formal.</p>
<h3>Wewenang dan Tugas</h3>
<p><a href="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Wewenang-dan-Tugas-.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3055" src="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Wewenang-dan-Tugas-.jpg" alt="Wewenang dan Tugas" width="750" height="500" srcset="https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Wewenang-dan-Tugas-.jpg 750w, https://dimenpsi.com/wp-content/uploads/2023/09/Wewenang-dan-Tugas--675x450.jpg 675w" sizes="auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></p>
<p>Untuk para psikolog teknis, wewenang dan tugasnya adalah:</p>
<ul>
<li>pemberian penilaian hingga diagnosis pada kondisi psikologis seseorang maupun kelompok. Berdasarkan hasil <em>asesmen</em> yang sudah dilakukan sebelumnya.</li>
<li>membantu pelaksanaan pengobatan untuk gangguan psikologis, seperti kecanduan narkoba.</li>
<li>membantu pasien untuk menyusun rencana-rencana dan tujuan yang mau dicapainya.</li>
<li>Terlibat dalam pembuatan hingga pengelolaan program yang berhubungan dengan pencegahan dan pengobatan berbagai masalah sosial</li>
<li>Memberikan kesaksian terkait profesinya bila diperlukan untuk kebutuhan penegakan hukum</li>
<li>Meneliti berbagai hal yang berhubungan langsung dengan psikologi klinis dan kesehatan mental, dimana nantinya dapat dipakai sebagai bahan rujukan.</li>
</ul>
<p>Untuk psikologi non teknis, wewenang dan tugasnya adalah:</p>
<ul>
<li>Melakukan berbagai jenis pelatihan yang berhubungan dengan kesehatan mental</li>
<li>Melakukan konseling untuk berbagai organisasi dan dunia pendidikan</li>
<li>Menyusun kelompok yang nantinya memiliki kemampuan psiko pendidikan</li>
<li>Melakukan kampanye tentang pentingnya kesehatan mental</li>
<li>Membuat kelompok konseling dengan durasi tertentu, untuk kebutuhan tertentu</li>
<li>Melakukan dukungan dan pemahaman bagi korban berbagai jenis trauma</li>
<li>Merawat pasien untuk jangka pendek, maksimal 12 sesi perawatan untuk satu kondisi</li>
<li>Memberikan pembinaan di sekolah untuk siswa yang membutuhkan</li>
<li>Memberikan fasilitas berupa rujukan kepada pasien untuk mendapatkan perawatan klinis di klinik atau rumah sakit</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga: <a href="https://dimenpsi.com/ilmu-psikologi-dasar/">Ilmu Psikologi Dasar</a></strong></p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Meskipun tidak terlalu populer, namun ternyata peran dari eksistensi dari bidang psikologi klinis ini sangat penting. Terutama untuk pencegahan masalah mental dari usia dini hingga dewasa. Mau menjadi bagian dari bidang psikologi ini?</p>
<p>The post <a href="https://dimenpsi.com/psikologi-klinis/">Psikologi Klinis: Definisi, Fokus dan Bedanya dengan Non Klinis</a> appeared first on <a href="https://dimenpsi.com">DIMENPSI</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dimenpsi.com/psikologi-klinis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
